Selasa 17 September 2019, 14:15 WIB

Iran Bantah Serang Kilang Minyak Arab Saudi

Fajar Nugraha | Internasional
Iran Bantah Serang Kilang Minyak Arab Saudi

ANTARA/Aprillio Akbar
Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif

 

MENTERI Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif menampik upaya Amerika Serikat (AS) dan Arab Saudi menyalahkan penyerangan kilang minyak Aramco terhadap mereka. Zarif sebut tuduhan itu sebagai kebohongan besar.

"Itu kebohongan besar. Mereka berusaha menutupi fakta bahwa mereka belum mampu mengalahkan negara (Yaman) dengan persenjataan berat," katanya kepada TASS, Selasa (17/9).

Fasilitas perusahaan minyak Arab Saudi Aramco di timur Arab Saudi diserang sepuluh pesawat tanpa awak pada Sabtu (14/9).

Para pemberontak Yaman Houthi dari gerakan Ansar Allah telah mengklaim bertanggung jawab atas insiden itu. Secara khusus, kilang minyak terbesar dunia di dekat Kota Abqaiq dan kilang dekat Khurais, tempat ladang minyak terbesar kedua Saudi berada, diserang, yang diikuti kebakaran hebat.

Baca juga: Iran Tuding Saudi Mencari Perang untuk Menutupi Masalah Internal

Menyusul insiden itu, Menteri Luar Negeri AS Michael Pompeo menuduh pemerintah Iran berada di balik serangan-serangan ini, dengan mengatakan tidak ada bukti bahwa mereka berasal dari Yaman. Kementerian luar negeri Iran menolak tuduhan Pompeo sebagai tidak berdasar.

Namun muncul keraguan dari Presiden AS Donald Trump. Trump mengatakan, ‘sepertinya’ Iran berada di balik serangan itu.

Menurut Trump, sepertinya Iran berada di belakang serangan akhir pekan ini tetapi menyatakan terlalu dini untuk mengatakannya secara pasti.

Dia juga mengatakan dirinya "tidak ingin terlibat dalam konflik baru, tetapi kadang-kadang Anda harus melakukannya."

"Yah, kelihatannya seperti itu," kata Trump di Oval Office ketika ditanya apakah Iran yang bertanggung jawab.

 "Kami akan memberitahumu secara pasti. Itu sedang diperiksa sekarang,” ujar Trump, seperti dikutip CNN, Selasa (17/9).

Trump juga menegaskan dia tidak ingin perang dengan Iran, tetapi dia mencatat bahwa AS memiliki sistem senjata terbaik, yaitu jet tempur dan rudal.

"Amerika Serikat lebih siap untuk konflik daripada negara mana pun dalam sejarah. Tetapi kita tentu ingin menghindarinya,” tuturnya. (Medcom/OL-2)

Baca Juga

Christiaan KOTZE / AFP

Pelonggaran Lockdown di Afsel, Jumlah Kasus Terus Bertambah

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Selasa 02 Juni 2020, 20:30 WIB
Jumlah kumulatif kasus covid-19 yang dikonfirmasi di Afsel adalah 34.357, meningkat 1.674 dari...
AFP

Tolak Aneksasi Israel, Palestina Minta PBB Terbitkan Resolusi

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Selasa 02 Juni 2020, 20:14 WIB
Pemerintah Israel berencana untuk memberlakukan kedaulatan di Lembah Jordan, setara dengan 30% Tepi Barat, serta beberapa permukiman Yahudi...
Andrej ISAKOVIC / AFP

Ratusan Jurnalis di Dunia Meninggal Akibat Covid-19

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Selasa 02 Juni 2020, 20:03 WIB
LSM yang bermarkas di Jenewa itu mengatakan di antara 127 kematian, sekitar dua pertiganya sedang...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya