Selasa 17 September 2019, 10:17 WIB

14 Kecamatan di Lamongan Krisis Air Bersih

Ahmad Yakub | Nusantara
14 Kecamatan di Lamongan Krisis Air Bersih

Antara
Ilustrasi

 

KRISIS air bersih yang melanda di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur terus meluas. Setelah debit air sejumlah sungai, embung dan waduk menyusut dalam dua bulan ini. Sejumlah kawasan yang mengalami kekeringan di antaranya, Kecamatan Babat, Modo, Bluluk, Karanggeneng, Kalitengah, Karangbiangun, Glagah, Deket, Sekaran, Maduran, Solokuro, Laren, Paciran, dan Brondong. Warga sekitar biasanya memanfaatkan air waduk, embung dan sungai yang masih menyisakan debit air. Kini mereka semakin kesulitan mendapatkan air bersih.

"Sungai sudah mengering hampir dua bulan terakhir," kata Efendi, warga Desa Blawi, Kecamatan Karangbinagun, Selasa (17/9) siang.

Dengan kondisi tersebut, warga terpaksa membeli air pada mobil tangki untuk keperluan setiap hari.

"Kita terpaksa membeli air untuk kebutuhan sehari-hari," tambahnya.
            
Padahal biasanya, lanjut dia, kebutuhan air untuk mandi, mencuci, dan lain sebagainya tercukupi dengan debit air pada embung, waduk, serta sungai di sekitar kampungnya.

"Kini, waduk, sungai dan embung yang ada disekitar pemukiman warga tinggal lumpurnya," ungkap Supri, warga Kecamatan Maduran, terpisah.
    
Bahkan, beberapa di antaranya telah mengering sejak beberapa bulan terakhir. Di antaranya, Kali Blawi, Kali Plalangan, Kali Deket, Kali Karangbinagun, Waduk Makamsantri, Waduk Jajong, Waduk Paprit di Kecamatan Laren, Waduk Sepanji Kecamatan Maduran, Waduk Bogo, dan Waduk Legoh Kecamatan Karangeneng.

baca juga: PDIP Kabupaten Malang Jaring Bacabup Tanpa Mahar
    
"Ini meresahkan, air sumur juga sudah mengering. Hanya beberapa yang berada di pinggir Bengawan Solo saja yang ada airnya. Itu pun juga tidak banyak," jelasnya. (OL-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More