Selasa 17 September 2019, 06:06 WIB

Soal Karhutla, Jokowi Akui Pemerintah Lalai

Damar Iradat | Humaniora
Soal Karhutla, Jokowi Akui Pemerintah Lalai

ANTARA/Rony Muharrman
Satgas Karhutla Riau melakukan pemadaman kebakaran lahan gambut di Desa Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar, Riau

 

PRESIDEN Joko Widodo mengaku pemerintah lalai dalam mengatasi permasalahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia.

Menurut Jokowi, kasus karhutla dan kabut asap ini seharusnya bisa dicegah sejak awal.

"Otomatis menjelang musim kemarau itu harus sudah siap. Sebetulnya itu saja, tapi kita lalai, sehingga asapnya jadi membesar," kata Jokowi dalam rapat terbatas di Pekanbaru, Senin (16/9) malam.

Jokowi mengaku, sejak beberapa bulan lalu, sudah mengingatkan jajarannya untuk mengantisipasi karhutla. Ia menyebut pencegahan merupakan kunci dari permasalahan ini.

Sebab, belajar dari pengalaman, kejadian karhutla sejak dulu sangat sulit diatasi. Apalagi kebakaran terjadi di atas lahan gambut.

Baca juga: Polri Bentuk Tim Pemantau Penanganan Karhutla

Kepala negara mengatakan, untuk penanganan masalah karhutla dan kabut asap, semua pihak terkait harus bisa berkoordinasi.

Ia pun menyindir kepala daerah, Pangdam, dan Kapolda di wilayah-wilayah terkait yang belum maksimal mengatasi permasalahan tersebut.

"Kita memiliki semuanya, tapi perangkat-perangkat ini tidak diaktifkan secara baik. Kalau infrastruktur ini diaktifkan secara baik, saya yakin, satu titik api ketahuan dulu sebelum menjadi ratusan titik api, itu sudah saya ingatkan berkali-kali, yang kita hadapi ini bukan hutan, tapi lahan gambut," ungkap dia.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengaku telah menginstruksikan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Doni Monardo untuk melakukan hujan buatan sejak Jumat (13/9).

Ia juga memerintahkan agar mengirimkan pasukan tambahan untuk memadamkan karhutla.

"Tetapi sekali lagi, kalau tidak ada dukungan pemda, ini adalah pekerjaan besar yang sulit diselesaikan. Pengalaman kita tahun-tahun sebelumnya seperti itu. kuncinya di pencegahan, jangan sampai ada titik api muncul," pungkas Jokowi. (Medcom/OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More