Selasa 17 September 2019, 00:25 WIB

Proposal Brexit Johnson Ditolak Uni Eropa

Ghani Nurcahyadi | Internasional
Proposal Brexit Johnson Ditolak Uni Eropa

AFP/Emmanuel Claude
PM Inggris Boris Johnson dan PM Luxemburg Xavier Bettel berbicara usai pertemuan dengan Pemimpin Uni Eropa

 

PERDANA Menteri Inggris Boris Johnson gagal meyakinkan Uni Eropa soal rencananya untuk mencapai kesepakatan pasakeluarnya Inggris dari Uni Eropa 31 Oktober nanti.

Kekecewaan Johnson itu bahkan ditunjukkannya dengan tidak menghadiri konferensi pers terjadwal yang sudah disiapkan usai pertemuannya dengan pemimin Uni Eropa di Luxemburg, Senin (16/9). Hadir dalam pertemuan itu hanyalah Perdana Menteri Luxemburg Xavier Bettel seorang.

Bettel juga menunjuukan raut kemarahannya terhadap sikap Johnson yang tidak mau menjelaskan lebih lanjut kepada pers soal negosiasi yang baru saja terjadi. Dengan nada geram ia mengatakan "Sudah waktunya berhenti berbicara dan betindak."

"Bagi saya hanya ada satu kesepakatan pemisahan yang disepakati Uni Eropa, yaitu yang tercapai tahun lalu. Tidak ada perubahan, tidak ada proposal yang valid lainnya saat ini, dan saya tidak akan menyuarakan kesepakatan lainnya," kata Bettel.

Setelah pertemuan dengan Johnson, Bettel akan bertemu dengan Presiden Prancis, Emmanuel Macron untuk membahas hasil pertemuannya dengan Johson.

Baca juga : Johnson Klaim Kemajuan Pembicaraan Brexit

Bettel memastikan, Uni Eropa tidak akan menunda lepasnya Inggris dari organisasi itu pada 31 Oktober sesuai tenggat yang disepakati. Menurutnya, penundaan lepasnya Inggris hanya akan dilakukan jika ada tujuan yang jelas.

Sebelumnya, Johnson dengan percaya diri mengatakan telah tercapai kemajuan untuk mendapatkan kesepakatan "perceraian" dengan Uni Eropa usai pertemuannya dengan Presiden Komisi Eropa Jean-Claude Juncker dan negosiato Uni eropa Michel Barnier.

"Teman dan mitra kami di Uni Eropa menyambut baik upaya kami mencapai kesepakatan," katanya.

Namun, Komisi Eropa memastikan bahwa Inggris gagal menyiapkan alternatif untuk mencapai kesepakatan, khususnya soal perbatasan Irlandia atau biasa disebut Irish backstop.

"Presiden Juncker menegaskan bahwa  itu merupakan kewajiban Inggris untuk menghadiran solusi operasional legal yang sesuai dengan kesepakatan keluar dari Uni Eropa," kata pernyataan resmi Komisi Eropa.

Bila Inggris keluar dari Uni Eropa tanpa kesepakanan, sejumlah pengusaha dan kalangan oposisi menyebut akan ada kekacauan ekonomi di Inggris yang telah 46 tahun menikmati perdagangan bebas dengan Uni Eropa. (AFP/OL-7)

Baca Juga

AFP/Jessica Taylor

Inggris Perluas Akses Kewarganegaraan Bagi Penduduk Hong Kong

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Jumat 03 Juli 2020, 16:35 WIB
Menteri Luar Negeri Dominic Raab mengatakan tawaran Inggris juga meluas ke tanggungan mereka yang berstatus...
AFP

AS Campuri Urusan Hong Kong, Tiongkok Siapkan Pembalasan

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Jumat 03 Juli 2020, 16:09 WIB
Sebelumnya, Senat AS dengan suara bulat menyetujui sanksi keras terhadap pejabat Tiongkok dan polisi Hong Kong, setelah UU kemanan nasional...
AFP/MONIRUL BHUIYAN

Ratusan Gajah Afrika di Botswana Ditemukan Mati Misterius

👤Faustinus Nua 🕔Jumat 03 Juli 2020, 14:55 WIB
Selama dua bulan terakhir, ratusan gajah Afrika di Botswana ditemukan mati secara misterius. Dilaporkan BBC, hal itu belum pernah terjadi...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya