Senin 16 September 2019, 22:54 WIB

Atasi Krisis Air, PDAM Flotim Siapkan Dana Cari Alternatif

Ferdinandus Rabu | Nusantara
Atasi Krisis Air, PDAM Flotim Siapkan Dana Cari Alternatif

Think Stock
Ilustrasi air

 

TURUNNYA debit air pada 2 sumber air baku milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Flores Timur (Flotim), Nusa Tenggara Timur, membuat pemerintah daerah bersama PDAM Flotim berupaya mengatasi krisis tersebut.

Baik PDAM maupun pemerintah daerah mulai berupaya mencari sumber air baku yang baru.

Upaya mencari air baku alternatif yang baru ini, karena sumber air baku saat ini hanya tersisa 21 liter hingga 24 liter per detik. Sehingga cukup kesulitan melayani ribuan pelanggan di Larantuka secara maksimal.

Direktur PDAM Flores Timur Fransiskus M. Carvalho mengungkapkan, dari hasil koordinasi, Pemda Flotim sudah menganggarkan secara detail rencana desain pencarian sumber air baku yang baru, dengan anggaran sekitar Rp200 juta untuk perencaanaan tersebut.

Mudah-mudahan bisa segera mendapatkan sumber air baku yang baru untuk membantu mengatasi kesulitan air saat kemarau ini, karena dua sumber air baku kami, saat ini terus menurun debit airnya. Hingga Agustus kemarin debit air tersisa hanya 21 liter/detik," katanya.

Baca juga : Kekeringan, PDAM Kota Kupang Ubah Pola Distribusi Air

Di sisi lain, PDAM juga mulai mencari sumber air baku alternatif, dengan mengharapkan sumber-sumber air lainnya, seperti sumber air di wilayah Bama, dan juga dari sumur-sumur bor yang sedang dibangun saat ini.

Menurut Fransiskus, upaya pencaraian air baku yang baru ini menjadi alternatif untuk mengatasi ketersediaan air bersih di daerah ini, karena musim kemarau yang berkepanjangan.

Selain itu pula PDAM juga akan melakukan penekanan kebocoran dengan perbaikan jaringan air yang rusak agar distribusi air lebih lancar dan tidak terbuang percuma akibat kebocoran pipa jaringan.

Untuk rencanan perbaikan jaringan itu, Fransiskus menambahkan, sudah mengajukan permohonan anggaran dari sumber dana penyertaan modal sebesar Rp2 Miliar.

Baca juga : Harmoni di Kampung Kerukunan Kota Kupang

"Tetapi realisasinya masih sangat kecil hanya Rp750 juta saja. Sehingga kami hanya mampu menangani sebagian jaringan saja, sehingga kami kemarin juga sudah mengusulkan ke dana APBN, dan janjinya tahun 2020 nanti," ungkap Fransiskus.

Data PDAM menyebutkan dua sumber air baku saat ini menurun debit airnya. Seperti sumber air baku di Lepomatan yang biasanya 70 sampai 100 liter per detik, tetapi saat ini turun jauh sekali hingga tersisa 24 liter per detik.

Begitu juga sumber air baku di Waidoko yang biasa dioperasikan dengan pompa juga menurun drastis. Biasanya 42 liter per detik, tetapi saat ini yang tertinggal hanya 24 liter perdetik. (OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More