Senin 16 September 2019, 18:30 WIB

Akhiri Kepemimpinan di Hipmi, Bahlil Luncurkan Buku Biografi

Ghani Nurcahyadi | Humaniora
Akhiri Kepemimpinan di Hipmi, Bahlil Luncurkan Buku Biografi

Dok. Hipmi
Bahlil Lahadalia saat menyerahkan buku biografinya kepada Presiden Joko Widodo

 

KETUA Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP Hipmi) Bahlil Lahadia meluncurkan buku biografi berjudul  “Anak Papua Membuka Jalan untuk Negeri” di sela penyelenggaraan Musyawarah Nasional (Munas) ke-15 Himpi yang dibuka secara resmi oleh Presiden Joko Widodo (Joko di Jakarta, pada Senin (16/9).

Peluncuran ditandai penyerahan buku secara simbolis yang dilakukan Bahlil kepada  Presiden Jokowi, yang hadir bersama sejumlah menteri Kabinet Kerja.  

Buku yang ditulis wartawati senior Neneng Herbawati dan diterbitkan Penerbit Igico itu menceritakan tentang lika-liku perjalanan hidup Bahlil, seorang pengusaha nasional asal Papua yang mengawali  perjuangannya dari seorang kondektur gngkutan umum (Angkot) hingga menjadi pengusaha nasional yang sukses.

“Saya berterima kasih mendapat  kepercayaan untuk menuliskan buku   tentang perjalanan hidup Pak Bahlil. Tujuan penulisan buku ini  sebenarnya sebagai legacy Pak Bahlil disaat mengakhiri kepemimpinannya di Hipmi selama 4,5 tahun,” jelas Neneng.

Ia mengatakan, proses penulisan hingga pencetakan buku terbilang singkat, sebab hanya membutuhkan waktu sekitar 3 bulan lamanya.

Baca juga : Bakal Ada Kejutan di Novel Ranah 3 Warna

Tepatnya, pada pekan ketiga bulan Mei 2019, Bahlil memintanya  menulis buku yang dapat memotivasi generasi muda Indonesia agar berani mengatasi berbagai tantangan yang menghadang.

“Riset dan wawancara berlangsung satu setengah bulan lamanya. Sedangkan proses editing juga selama satu setengah bulan,” jelas dia.  

Neneng mengaku bangga dalam penulisan buku ini turut berkontribusi sejumlah tokoh nasional, di antaranya  Presiden Jokowi, Wakil Presiden Jusuf Kalla, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan Perkasa Roeslani, mantan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi, serta Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Bambang Soesatyo.  

“Pada suatu kesempatan (Juli), saya sebagai relawan Jokowi-Ma’ruf diundang ke Istana Kepresidenan Bogor. Saat itulah,saya meminta Bapak Presiden Jokowi untuk menuliskan Kata Pengantar untuk buku 'Bahlil Lahadalia, Anak Papua Membuka Jalan untuk Negeri' Alhamdulillah, Bapak Presiden langsung mengiyakan,” jelas Neneng.

Disebutkan, Presiden Jokowi,  secara eksplisit memberikan apresiasi yang tinggi atas prestasi gemilang  Bahlil di sepanjang perjuangannya meraih kesuksesan.

“Tidak ada prestasi yang sempurna tanpa kerja keras, dedikasi, keberanian, daya juang, dan kecerdasan. Tidak ada capaian yang lebih baik dibanding yang lainnya, jika tanpa langkah yang cepat, smart shortcut, dan selalu bisa mengubah strategi untuk menghadapi pesaing. Hal-hal inilah yang membuat keterbatasan menjadi kekuatan, ketidak mugkinan menjadi peluang, dan mengubah langkah sederhana menjadi lompatan,” kata Presiden Jokowi dalam kata pengantarnya.

Kepala Negara mengungkapkan, berangkat dari segala keterbatasannya, dan sejak kecil harus bersiasat untuk bisa hidup lebih baik dari sebelumnya, seorang anak Papua yang pernah tercatat sebagai anggota Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), berhasil meniti sukses hingga meraih posisi terhormat di panggung nasional.

Baca juga : Pengadaan Buku Di Pojok Buku MRT Dilakukan Bertahap

“Dialah Saudara Bahlil Lahadalia, yang ketika buku ini ditulis dalam posisi sebagai Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP Hipmi). Prestasi ini, menurut saya luar biasa,” kata Kepala Negara.

Disebutkan, posisi ketua umum BPP Hipmi yang biasanya dipegang oleh keluarga pejabat tinggi atau pengusaha sukses tingkat nasional, kali ini dipegang oleh Bahlil yang notabene berasal dari keluarga sederhana dari Papua. Diakuinya, proses pematangan diri sebelum sampai pada posisi ketua umum BPP Hipmi  bukanlah jalan yang mudah.  

“Saudara Bahlil yang tumbuh dari keluarga sangat sederhana, yang semasa kecilnya pernah jualan kue, serta pernah menjadi kondektur dan supir angkutan umum untuk bisa kuliah di Jayapura. Semua ini adalah proses pematangan diri dan penguatan karakter yang siap berjuang menghadapi tantangan yang berat,” kata Presiden Jokowi. (RO/OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More