Senin 16 September 2019, 22:09 WIB

Sulut Expo 2019 Digelar di Ibu Kota Jakarta

Voucke Lontaan | Nusantara
Sulut Expo 2019 Digelar di Ibu Kota Jakarta

MI/Voucke Lontaan
Jumpa pers Sulut Expo 2019 di Manado, Sulut, Senin (16/9).

 

BERBEDA dengan tahun-tahun sebelumnya, tahun ini bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-55  Provinsi Sulawesi Utara akan menggelar 'Sulut Expo 2019' di Kota Jakarta. Kegiatan akbar tersebut akan diselenggarakan di Smesco Exhibition & Convention Hall (Jakarta Selatan) Jl. Gatot Subroto Kav.94 Pancoran, Jakarta Selatan. 

Event Sulut Expo 2019 merupakan rangkaian dari kegiatan HUT ke-55 Provinsi Sulut yang puncaknya dirayakan dengan pesta rakyat pada 23 September 2019 di Lapangan Sario Manado, Sulut

Gubernur Sulut Olly Dondokambey yang diwakili Sekretaris Daerah Provinsi Sulut, Edwin Silangen, Senin (16/9/2019) mengatakan, pelaksanaan Sulut Expo 2019 yang dipusatkan di Jakarta dalam rangka mempromosikan berbagai potensi Sulut yang dikenal dengan daerah 'Bumi Nyiur Melambai'. 

“Target kami kegiatan Sulut Expo 2019 yang akan melibatkan 15 daerah kabupaten dan kota se- Sulawesi Utara, benar-benar menjadi ajang promosi berbagai potensi daerah Sulut, terutama mengangkat kekayaan budaya yang selama ini belum banyak terekspos di publik,” kata Edwin.

Mengapa mengangkat tagline North Sulawesi 'Pacific Gateaway Of Indonesia',menurut Edwin, karena kegiatan tersebut diharapkan selain mendorong masyarakat Sulut untuk terus meningkatkan sumber daya manusia di bidang pariwisata, Sulut Expo 2019 merupakan panggung pertunjukkan, arena pergelaran untuk menampilkan keberagaman potensi Sulut yang meliputi alam, wisata, kekayaan budaya, dan tradisi termasuk perkembangan investasi pascadisahkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Pulisan, Likupang. 

“Kami berharap Sulut Expo menjadi pintu masuk pengembangan tourism, trade, and investment (TTI),” tambah Asiano Gemmy Kawatu SE, MSi, Ketua Umum Panitia Sulut Expo yang juga  Asisten Administrasi Umum  atau Asisten III Pemprov Sulut.

Pada acara Sulut Expo 2019 akan diwarnai dengan acara Launching Flight Garuda Indonesia to Davao  serta penandatanganan letter of understanding antara industri pariwisata Filipina dan Provinsi Sulut. Dari sisi kehidupan kebangsaan, Sulut juga merupakan model miniatur kebhinekaan dan kerukunan masyarakat Indonesia. 

Karena itu, Fabian Pascoal, SH, LLM, Ketua Harian Sulut Expo 2019 dan Sigit Cosmas, Sekretaris Panitia Sulut Expo 2019 menambahkan Sulut Expo 2019 akan menjadi ruang bagi pelaku-pelaku usaha kecil dan menegah (UKM) di Sulut untuk mempromosikan hasil-hasil produk UKM dan kuliner Sulut. 

Setelah pembukaan,sesuai tema acara pada hari pertama 'Kearifan Lokal' berbagai pertunjukan seni budaya Sulut akan ditampilkan di Smesco Exhibition. Setelah pembukaan akan digelar Investor Gathering &Digital Economy in North Sulawesi dilanjutkan promosi daerah Kabupaten Minahasa, Kabúpaten Bolaang Mongondow Utara, Kabupaten Sitaro, Kota Kotamobagu, dan Kabupaten Minahasa Tenggara.

Pada hari kedua, akan mengusung tema 'Wawasan Nasional' yang akan menampilkan potensi berbagai daerah di Sulut seperti Kabupaten Minahasa Selatan, Kota Tomohon, Kota Bolaang Mongondow Timur, Kabupaten Sangihe, dan Kabupaten Talaud.

Hari ketiga,Sabtu (28/9/2019) dengan tema 'Akses Global & Travel Exhibition' akan diramaikan dengan berbagai kegiatan seperti donor darah, lomba kreasi poco-poco, pagelaran fesyen batik Sulut, dan pentas seni budaya, serta promosi daerah Kota Manado, Kota Bitung, Kabupaten  Minahasa Utara, Kota Bolaang Mongondow, dan Kota Bolaang Mongondow Selatan.

Hari terakhir Sulut Expo 2019, Minggu (29/9/2019) menjadi ujungrangkaian Expo akan diakhir dengan 'Travel Exhibition& Malam Puncak Sulut Expo 2019'.

Yang menarik dalam Sulut Expo 2019, didukung maskapai Garuda Indonesia grup dan Sriwijaya Air, yang akan menggelar travel exhibition, serta Ditjen Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM, Polda Metrojaya, yang akan memberikan pelayanan perpanjangan paspor dan surat izin mengemudi (SIM). (OL-09)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More