Senin 16 September 2019, 22:50 WIB

Kim Undang Trump Bertemu di Pyongyang

Kim Undang Trump Bertemu di Pyongyang

AFP
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump

 

PEMIMPIN tertinggi Korea Utara (Korut), Kim Jong-un, dilaporkan mengundang Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, untuk mengunjungi negaranya. Hal itu dilaporkan surat kabar Korea Selatan (Korsel), Joongang Ilbo, Senin (16/9).

Surat itu mendahului peluncuran proyektil jarak pendek terbaru Korea Utara seminggu yang lalu. Itu surat kedua yang diterima Trump dari Kim, bulan lalu, di tengah perundingan denuklirisasi yang terhenti antara kedua negara.

Dalam surat kedua, yang diteruskan ke Trump pada pekan ketiga Agustus, Kim berbicara tentang kesediaannya untuk bertemu Trump untuk pertemuan puncak (KTT) berikutnya.

Gedung Putih dan Departemen Luar Negeri AS belum mengonfirmasi tentang undangan tersebut. Misi Korut untuk PBB juga belum mengomentari laporan yang diterbitkan Joongang Ilbo.

Pekan lalu, Wakil Menteri Luar Negeri Korut, Choe Son, mengatakan negaranya siap memulai kembali perundingan denuklirisasi dengan AS. Dia bahkan berkeinginan melakukan hal itu pada akhir September mendatang.

Perundingan denuklirisasi antara AS dan Korut yang berlangsung di Hanoi, Vietnam, pada Februari lalu diketahui berakhir tanpa kesepakatan. Hal itu disebabkan karena kedua belah pihak mempertahankan posisinya tentang penerapan sanksi.

Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in, akan secara aktif mendukung dan membantu dialog Washington-Pyongyang, yang akan dibahas dalam pertemuan puncaknya dengan Trump di sela-sela sesi Majelis Umum PBB.

"Ini akan menjadi kesempatan untuk berbagi pendapat dengan jujur dan mengumpulkan kebijaksanaan tentang arah perkembangan lebih lanjut dari hubungan Korea Selatan-AS berdasarkan pada aliansi yang kuat," kata Moon.

Dia akan berusaha mendapatkan lebih banyak dukungan dari AS dan komunitas internasional untuk proses perdamaian Semenanjung Korea ketika dia menghadiri sesi PBB. (The Guardian/Yonhap/Hym/I-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More