Senin 16 September 2019, 14:17 WIB

Kim Jong-un Undang Donald Trump Bertemu di Pyongyang

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
Kim Jong-un Undang Donald Trump Bertemu di Pyongyang

AFP/Saul Loeb
Presiden AS Donald Trump (kanan) bertemu pemimpin Korut Kim Jong-un (kiri) pada pertemuan AS-Korut di Singapura, pada Juni 2018.

 

PEMIMPIN Korea Utara (Korut) Kim Jong-un mengundang Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengunjungi Pyongyang dalam sepucuk surat yang dikirim Agustus, kata laporan surat kabar Korea Selatan (Korsel) pada Senin (16/9), mengutip sumber-sumber diplomatik.

Surat itu mendahului peluncuran proyektil jarak pendek terbaru Korut seminggu yang lalu. Itu surat kedua yang diterima Trump dari Kim bulan lalu di tengah perundingan denuklirisasi yang terhenti antara kedua negara.

Dalam surat kedua, yang diteruskan ke Trump pada pekan ketiga Agustus 2019, Kim berbicara tentang kesediaannya untuk bertemu Trump untuk pertemuan puncak (KTT) berikutnya, satu sumber mengatakan kepada surat kabar Joongang Ilbo.

Gedung Putih, Departemen Luar Negeri AS, dan misi Korut untuk PBB tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Trump dan Kim telah bertemu tiga kali sejak Juni tahun lalu untuk membahas cara-cara menyelesaikan krisis program rudal dan nuklir Korea Utara, tetapi kemajuan substantif belum terjadi.

Kedua pemimpin terakhir bertemu di Zona Demiliterisasi (DMZ) antara kedua Korea pada Juni dan sepakat untuk memulai kembali negosiasi tingkat kerja yang telah terhenti sejak pertemuan puncak kedua yang tidak berhasil antara kedua pemimpin di Vietnam pada Februari.

Peluncuran rudal jarak dekat pekan lalu datang hanya beberapa jam setelah Wakil Menteri Luar Negeri Korut Choe Son Hui mengatakan Korea Utara bersedia melakukan 'diskusi komprehensif' akhir bulan ini.

Trump kemudian mengatakan dia akan bersedia untuk bertemu Kim dalam beberapa poin akhir tahun ini.

Trump mengatakan pada 9 Agustus dia telah menerima 'surat yang sangat indah' setebal tiga halaman dan menambahkan dia bisa mengadakan pertemuan dengannya. (AFP/Guardian/OL-09)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More