Senin 16 September 2019, 10:26 WIB

Dalam Tempo 24 Jam, Kualitas Udara Singapura Memburuk

Sonya Michaella | Internasional
Dalam Tempo 24 Jam, Kualitas Udara Singapura Memburuk

AFP/ROSLAN RAHMAN
Kabut asap melanda Singapura

 

KUALITAS udara di Singapura dilaporkan terus memburuk. Menurut Badan Lingkungan Nasional (NEA), hal itu karena angin bertiup ke arah tenggara negara tersebut.

"Kualitas udara Singapura masuk ke angka 100 yaitu hampir tidak sehat dalam 24 jam terakhir," sebut Badan Lingkungan Nasional dalam pernyataan resmi, dikutip dari Channel News Asia, Senin (16/9).

Menurut badan tersebut, kualitas udara Negeri Singa akan terus memburuk dalam 24 jam ke depan jika kondisi angin yang bertiup masih sama.

"Untuk beberapa hari ke depan, cuaca juga diperkirakan akan tetap kering," lanjut pernyataan badan tersebut.

Baca juga: Presiden dan PM Singapura Sampaikan Belasungkawa untuk BJ Habibie

NEA menyebut, kualitas udara yang buruk di Singapura berasal dari asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Sumatra, Indonesia, terutama di Provinsi Riau, Jambi, Sumatra Selatan, dan Lampung.

NEA merilis laporan bahwa ada 439 titik api yang terdeteksi di Sumatra. Kabut asap pekat juga disebut berasal dari Riau dan Jambi akibat ditiup angin.

Belum ada larangan bepergian bagi warga Singapura. Namun, NEA mengimbau para penderita jantung atau paru-paru untuk tidak keluar rumah jika dirasa tidak perlu.

Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Siti Nurbaya sempat membantah bahwa kabut asap di Singapura berasal dari Sumatra.

Meski demikian, belum ada pernyataan dari Pemerintah Singapura terkait kabut asap ini. (Medcom/OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More