Senin 16 September 2019, 10:00 WIB

Lebih Efektif jika Pakai Satu Sistem

Golda Eksa | Politik dan Hukum
Lebih Efektif jika Pakai Satu Sistem

MI/MOHAMAD IRFAN
Wakil Ketua Iluni UI Pascasarjana Lita Sari Barus

 

POLA pencegahan dan penegakan hukum akan lebih efektif jika dibuat dalam satu sistem.

Upaya itu penting dilakukan mengingat dalam realitasnya tidak semua masyarakat di Tanah Air yang bisa memahami dan mengetahui logika hukum.

Hal itu lantaran ada perbedaan dari segi antropologi perkotaan dan perdesaan. Misalnya, untuk orang desa dia tidak mau tahu hukum seperti apa. Namun, di sisi lain, dia justru sangat menghormati patronnya. Patron yang dimaksud ialah kepala suku atau kepala desa.

Artinya, semua tentu berhubungan dengan kepatuhan, apakah ketentuan itu diadopsi di dalam sistem hukum yang berlaku di negeri ini atau tidak.

Contoh kasus, hadirnya mobil tangguh di segala medan. Seperti hardtop yang digunakan untuk membantu kelancaran aktivitas perekonomian masyarakat di daerah yang kebetulan tidak memiliki moda transportasi.

Seiring waktu wilayah tersebut berkembang, ramai, dan dinilai telah memberikan kontribusi. Pada saat itu pula masuk dinas atau departemen perhubungan, termasuk hukum, dan akhirnya mulai diterapkan angkutan umum.

Walhasil, kendaraan jenis hardtop yang awalnya digunakan masyarakat pun dianggap sebagai transportasi ilegal.

Contoh kasus itu menjelaskan bahwa ada proses dan tahapan dalam melakukan penegakan hukum. Semua pihak juga perlu mengetahui sistem di mana lokasi itu berada.

Akan lebih sreg jika tidak ada copy paste, termasuk harus ada keunikan di wilayah tersebut untuk dipatuhi. Karena untuk bisa dipatuhi, jika dia tidak kompatibel atau tidak sesuai dengan kompatibelnya, sampai kapan pun tidak akan dipatuhi. (Gol/P-1)

Baca Juga

Antara/Andreas Fitri Atmoko

Langgar Aturan Asimilasi, 135 Napi Kembali Masuk Jeruji Besi

👤Insi Nantika jelita 🕔Senin 25 Mei 2020, 18:28 WIB
"Total ada 135 narapidana asimilasi yang tertangkap kembali setelah mendapatkan kebijakan Kemenkumham akibat adanya...
Akun Facebook Ananda Naris

Soal Bendera Tiongkok Berkibar di Maluku Utara: False Context

👤Henri Siagian 🕔Senin 25 Mei 2020, 16:31 WIB
False context adalah konten yang disajikan dengan narasi dan konteks yang...
MI/Susanto

Rilis Petisi, Koalisi Masyarakat Sipil Tolak Pilkada Desember

👤Faustinus Nua 🕔Senin 25 Mei 2020, 15:41 WIB
Petisi daring ditujukan kepada pemerintah, DPR dan KPU, agar menunda pilkada hingga tahun...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya