Senin 16 September 2019, 05:20 WIB

Sukses, 2020 Zonasi Haji Dipertahankan

Sitria Hamid | Haji
Sukses, 2020 Zonasi Haji Dipertahankan

MI/ADE ALAWI
NIZAR ALI, Direktur Jenderal Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kemenag,

KEBERHASILAN sistem penempatan jemaah haji yang diterapkan pada penyelenggaraan haji 2019 menjadi alasan pemerintah untuk mempertahankan sistem tersebut pada penyelenggaraan haji tahun depan. Sistem zonasi dianggap sukses dan meminimalkan permasalahan komunikasi dan mempermudah distribusi makanan.

Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Nizar Ali menyampaikan hal itu seuasi memimpin rapat dengan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 2019 di Kantor Urusan Haji Indonesia di Madinah, Arab Saudi, Sabtu (14/9).

"Tidak ada jemaah atau pihak luar yang menilai zonasi tidak baik, semua menganggap baik. Bahkan banyak yang menyampaikan permintaan zonasi tetap diterapkan," kata Nizar Ali yang juga penanggung jawab PPIH.

Dalam sistem zonasi yang hanya diberlakukan di Mekah tersebut, penginapan jemaah haji dibagi menjadi tujuh zona yang diatur berdasarkan embarkasi daerah asal. Lingkungan jemaah ialah warga sedaerah mereka dengan bahasa dan budaya yang sama.

Sistem zonasi, terang Nizar, mempunyai beberapa kelebihan. Pertama, mempermudah komunikasi di antara para jemaah haji, juga antara jemaah dan petugas haji.

"Pengorganisasian jemaah jauh lebih mudah karena komunikasi yang lebih baik," ujarnya.

Yang kedua, idenfitikasi jemaah juga lebih mudah berdasarkan asal kelompok terbang (kloter) maupun daerah.

Petugas pun dimudahkan dengan sistem ini. Mereka dapat semakin cepat menentukan lokasi pemondokan bagi jemaah yang terpisah dari rombongan. Selain itu, zonasi memudahkan petugas dalam pengaturan menu makan sesuai dengan asal daerah.

Tentu saja, lanjut Nasir, diperlukan beberapa perbaikan untuk penerapan sistem zonasi pada penyelenggaraan haji tahun 2020. Salah satunya dalam hal alokasi hotel jemaah. Di lapangan, cukup banyak ditemui kasus kloter jemaah yang terpaksa dipecah ke beberap hotel karena kapasitasnya kurang.

Ketua PPIH Arab Saudi Endang Jumali menyatakan sistem zonasi bisa mengurangi kendala tentang keberadaan jemaah haji.

"Akan mempermudah jika ada jemaah yang terpisah atau tidak tahu jalan," imbuhnya.

Senada dengan Nasir, Endang juga menekankan antisipasi pecah penginapan karena keterbatasan kapasitas hotel. (H-3)

Baca Juga

 ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/aww.

Keputusan Haji Diundur 1 Juni 2020

👤MI 🕔Rabu 20 Mei 2020, 06:15 WIB
KEPUTUSAN final keberangkatan haji Indonesia akan ditetapkan pada 1 Juni 2020, atau diundur lagi karena sebelumnya akan diputuskan pada 20...
Dok. Kemenag/Rusydi

Indeks Kepuasan Jemaah Haji 2019 Tertinggi

👤Sitria Hamid 🕔Kamis 17 Oktober 2019, 19:55 WIB
Indeks Kepuasan Jemaah Haji Indonesia (IKJHI) tahun 2019 sebesar 85,91, tertinggi sejak dilaksanakannya Survei Kepuasan Jemaah Haji...
Fikri NR kemenag

Evaluasi Haji 2019, Peningkatan Kualitas Manasik untuk 2020

👤Sitria Hamid 🕔Rabu 09 Oktober 2019, 20:29 WIB
"Kita ingin ada peningkatan. Setelah hal-hal yang bersifat fisik, maka kita harus menambah kualitas penyelenggaraan (ibadah haji) ini...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya