Senin 16 September 2019, 04:00 WIB

Momen Berharga Quartararo

Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Olahraga
Momen Berharga Quartararo

(Photo by Marco Bertorello / AFP)
Repsol Honda Team Pembalap Spanyol, Marc Marquez (kiri) menekan Petronas Yamaha SRT pembalap Prancis, Fabio Quartararo

PEMBALAP Honda Repsol Marc Marquez berhasil menyudahi puasa gelarnya di GP San Marino, kemarin. Pria asal Spanyol yang hanya bisa finis kedua di GP Austria dan GP Inggris pada bulan lalu itu sukses menyegel gelar juara di Misano setelah menyalip Fabio Quartararo, pembalap Prancis dari Petronas Yamaha SRT, di putaran terakhir.

Marquez tercatat finis dengan catatan waktu 42menit 25,163 detik. Quartararo sempat lama memimpin sebelum akhirnya hanya jadi runner-up setelah Marquez yang selalu membuntutinya berhasil mengambil alih posisi terdepan. Quartararo sempat kembali berada di depan, tapi tunggang-annya kalah kencang dengan yang dimiliki Marquez.

"Balapan yang ketat. Marquez punya pengalaman soal strategi di putaran terakhir. Ini kali pertama saya bertarung dengan Marquez dan pastinya jadi momen terbaik selama karier saya karena bisa bersaing dengan pemilik tujuh gelar juara dunia. Saya harap bisa seperti ini lagi ke depannya," kata Quartararo.

Walaupun start dari posisi keempat, Quartararo mampu mengudeta pembalap Monster Yamaha Maverick Vinales yang mendapatkan posisi pole dari babak kualifikasi. Namun, Vinales gagal mempertahankannya dan di akhir balapan harus puas hanya bisa mendapat podium ketiga. "Saya berusaha terus mengejar, setidaknya bisa konsisten," ujar Vinales.

Adapun Marquez mengatakan hasil yang dia dapat sehari sebelum balapan berlangsung menjadi motivasi untuknya. Selain itu, kegigihannya untuk bisa tetap di depan Quartararo jelang garis finis juga jadi kunci kemenangan. "Tetapi yang sangat membahagiakan ialah bisa menambah poin di klasemen," kata Marquez.

Kini Marquez menyamai raihan Jorge Lorenzo (Ducati) dan Valentino Rossi (Monster Yamaha) di San Marino yang telah tiga kali jadi juara di Misano. Lorenzo dan Rossi gagal menambah trofi dari Misano karena masing-masing hanya finis di urutan ke-14 dan ke-4.

22 seri balapan

Bos Moto-GP Carmelo Ezpelata menyatakan ada kemungkinan seri balapan motor yang kini diikuti Rossi dan para rivalnya bakal semakin banyak jumlahnya. Musim ini, Moto-GP menggelar 19 seri. Ezpelata mengatakan, setelah musim 2021, bisa menjadi 22 seri. Penambahan itu diikuti dengan rencana penerapan sistem giliran untuk lima seri yang ada di Spanyol dan Portugal.

"Kami kira hal terbaik yang bisa dilakukan ialah membuat rotasi di antara lima seri yang digelar di Semenanjung Iberia itu. Setiap sirkuit akan menggelar tiga seri balapan dalam lima tahun, tapi itu adalah skenario jika semua yang direncanakan berjalan," kata Ezpeleta.

Pria yang juga menjabat sebagai presiden dan pemegang hak komersial Dorna itu mengatakan kalender balapan tidak boleh tanpa batas. Tahun depan saja sudah ditetapkan maksimal hanya digelar 20 seri.

"Kami membahas situasi itu dan sepakat jika jumlah maksimal balapan di periode antara 2022 dan 2026 ialah 22 balapan," kata Ezpeleta yang juga mengatakan satu wilayah tak boleh menggelar seperempat dari seri balapan yang ada di musim itu.

Di sisi lain, juga tidak menutup kemungkinan para penggemar Moto-GP akan melihat para jagoannya berlaga di Asia Selatan. Menurut Ezpeleta, telah muncul ketertarikan untuk menjadikan salah satu negara di wilayah tersebut sebagai tuan rumah. Asia Selatan sendiri dipandang pasar penting bagi para pabrikan sepeda motor. (Ant/Crash/R-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More