Senin 16 September 2019, 03:30 WIB

PDAM Jadi Tumpuan Pasok Air

Cikwan Suwandi | Nusantara
PDAM Jadi Tumpuan Pasok Air

MI/Cikwan Suwandi
Direktur Utama Tirta Tarum, M Sholeh

 

DI tengah kesulitan sejumlah PDAM mendapatkan air baku, PDAM Tirta Tarum, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, justru terus mengge-lontorkan bantuan air bersih untuk warga terdampak keke-ringan. "Sudah ada puluhan rit truk tangki yang kami kirim ke sejumlah titik," papar Direktur Utama Tirta Tarum, M Sholeh, kemarin.

Ia mengungkapkan perusahaannya sebenarnya tidak menganggarkan dana bantuan air bersih. Namun, suplai air bersih harus dilakukan atas nama kemanusiaan.

Pengiriman itu, lanjut dia, dalam laporan perusahaan dimasukkan sebagai kehilangan air. Namun, pihaknya juga bisa menilainya sebagai salah satu bentuk CSR perusahaan.

"Kami masih membuka kesempatan bagi warga yang mengalami krisis air dan butuh bantuan untuk mengajukan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan nanti kami yang akan memasoknya," tambah Sholeh.

Di Jawa Tengah, bantuan air bersih kembali digelontorkan BPBD Kabupaten Banyumas setelah mendapat dana dari APBD perubahan. "Dana dari APBD murni sudah habis. Sekarang distribusi air bersih menggunakan dana APBD perubahan," ungkap Kepala Plh BPBD Ariono Poerwanto.

Ia memaparkan kekeringan di wilayahnya semakin meluas dan melanda 60 desa di 19 kecamatan. Sebanyak 14,5 ribu keluarga atau lebih dari 51 ribu jiwa terdampak. Mereka tersebar di 19 dari 27 kecamat-an yang ada di Banyumas.

Tahun ini, APBD menganggarkan dana untuk penanggulangan kekeringan sebanyak 1.000 tanki air bersih. Seluruh dana sudah digunakan. "APBD perubahan menambahkan anggaran untuk 1.500 tangki," tandasnya.

 

Beli air

Kerja keras menyalurkan air bersih juga harus dilakukan BPBD Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatra Barat. Warga, terutama di Tuapejat, ibu kota kabupaten, sudah terdampak kekeringan dalam tiga bulan terakhir.

"Dalam satu hari kami mengirimkan 9 tangki air bersih ke Tuapejat dan Sipora Jaya. Air bersih diambil dari Sungai Gioso Oinan yang masih baik dan layak," ujar Kabid Kedaruratan BPBD Amir Ahmari.

Sebelumnya, warga di dua desa itu harus membeli air untuk memenuhi kebutuhan mandi, cuci, dan buang air. "Bantuan dari BPBD diberikan secara cuma-cuma. Kami akan terus membantu warga," tambah Amir.

Di Tasikmalaya, Jawa Barat, BPBD mendapat bantuan dari sejumlah perusahaan untuk mendistribusikan air bersih bagi warga terdampak. "Dana yang kami miliki dari APBD hanya Rp1,3 miliar sehingga membutuhkan peran serta CSR perusahaan," aku Kepala BPBD Ivan Diksan.

Kekeringan di wilayah itu dialami 16.405 keluarga. Mereka tersebar 32 kelurahan pada 10 kecamatan.

Di Kabupaten Bandung Barat, 10 kecamatan juga dilanda kekeringan. Status siaga darurat kekeringan sudah ditetapkan pada 1 Agustus hingga 31 Oktober.

Sampai kemarin, 22 truk tangki sudah dikerahkan untuk mendistribusikan air bersih bagi warga. Dampak kemarau di wilayah itu juga terlihat dari keringnya Situ Ciburuy, salah satu danau terbesar. Bahkan, warga dan anak-anak bisa memanfaatkannya untuk bermain bola atau bertani.

Di sisi lain, kebakaran di hutan Gunung Merbabu ternyata mengancam pasokan air untuk warga Semarang, Boyolali, dan Magelang. Mata air dan salur-an pipa untuk mendistribusikan air bersih ikut terbakar.

"Di kawasan ini ada 39 mata air, tiga di antaranya sudah terdeteksi terganggu akibat kebakaran ini," kata Kepala Balai Taman Nasional Gunung Merbabu Junita Parjanti. (LD/AD/YH/DG/AS/RF/FB/N-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More