Minggu 15 September 2019, 21:45 WIB

Mau Ikut Demo di DPR Besok, SImak Imbauan Ini

Insi Nantika Jelita | Politik dan Hukum
Mau Ikut Demo di DPR Besok, SImak Imbauan Ini

MI
Ilustrasi demonstrasi

 

SEJUMLAH aktivis, pegiat hukum dan masyarakat sipil akan mengadakan aksi besar-besaran di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat, Senayan, besok (Senin, 16/9) siang.

Ada yang menarik, bahwa dalam imbauanya, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Masyarakat, mengajak peserta aksi untuk tidak lupa membawa obat-obatan. Adapun aksi ini untuk menyerukan menolak Revisi Undang-Undang KUHP.

"Teruntuk teman-teman yang ikut aksi di Depan Gedung DPR, besok, 16 September 2019 jam 13.00 wib. Jangan lupa bawa obat-obatan pribadi. Salam perjuangan," seperti yang dilansir dari akun twitternya, @LBHMasyarakat, Jakarta, Minggu (15/9).

Tidak hanya obat-obatan, LBH Masyarakat juga mengimbau agar membawa tempat minum sendiri, memakai alas kaki yang nyaman seperti sepatu olahraga, membawa topi atau payung hingga memakai kaca hitam agar fashionable.

Baca juga : DPR Kebut Poin-Poin Revisi UU KPK

Hal itu ditunjukan dalam flyer yang diunggah di akun twitternya.

Saat dikonfirmasi, Ketua Umum Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Asfinawati membenarkan ada aksi tersebut. Aksi itu diikuti oleh ratusan orang.

"Benar (ada aksi). Ini ramai-ramai banget," ujarnya.

Asfi pun memberikan bentuk undangan aksi kepada Media Indonesia, dimana tertulis, "Panggilan Bergerak. Demokrasi di ujung tanduk. Tak hanya Revisi UUKPK, RKUHP juga menjadi acaman mati totalnya demokrasi di Indonesia. Belum lagi rancangan UU Pertanahan, Sumberdaya Air, Ketenagakerjaan, dan masih banyak lagi,"

"Untuk itu, kami mengajak seluruh masyarakat untuk bergabung pada Aksi Massa Selamatkan Demokrasi. Selamatkan Demokrasi, Now or Never or Go Back to New Order. #TundaRKUHP #HapusPasalNgawur," bunyi undangannya. (OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More