Minggu 15 September 2019, 14:16 WIB

Suplai Air Bersih Mulai Gunakan Anggaran Perubahan

Liliek Dharmawan | Nusantara
Suplai Air Bersih Mulai Gunakan Anggaran Perubahan

Antara
Ilustrasi

 

KEKERINGAN yang semakin meluas di Banyumas, Jawa Tengah (Jateng) membuat BPBD setempat mulai mengeluarkan alokasi dana dari APBD Perubahan. Pasalnya, stok air bersih yang dianggarkan lewat APBD induk telah habis. Kepala Pelaksana Harian BPBD Banyumas Ariono Poerwanto mengatakan sampai sekarang kekeringan semakin meluas dan melanda 60 desa di 19 kecamatan.

"Alokasi anggaran melalui APBD induk sebanyak 1.000 tangki sudah habis tersalurkan. Saat ini, BPBD mulai menggunakan dana APBD perubahan. Sebab, telah diputuskan adanya tambahan stok air bersih hingga 1.500 tangki untuk memenuhi kebutuhan warga sampai akhir musim kemarau," jelas Ariono, pada Minggu (15/9).

Menurut Ariono, warga yang mengalami kekeringan telah mencapai 14,5 ribu keluarga atau lebih dari 51 ribu jiwa. Mereka tersebar merata di 19 dari 27 kecamatan yang ada di Banyumas.

"Kekeringan tahun sekarang memang lebih parah jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Karena sampai kini, BPBD telah menyuplai sebanyak 5,3 juta liter air bersih. Daerah yang paling parah dilanda kekeringan adalah Kecamatan Sumpiuh,  karena ada 11 desa alami krisis air bersih," ujarnya.

baca juga:PLN Mampu Tekan Tunggakan Listrik di Nias Hingga 95%

Sedangkan desa yang paling banyak disuplai air bersih adalah Desa Kalitapen, Kecamatan Purwojati sebanyak 86 tangki dan Desa Nusadadi, Kecamatan Sumpiuh dengan 68 tangki air bersih.

"Pendistribusian air bersih masih akan terus kami lakukan hingga akhir kemarau," kata Ariono. (OL-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More