Minggu 15 September 2019, 14:00 WIB

Kabupaten Garut Darurat Kekeringan

Kristiadi | Nusantara
Kabupaten Garut Darurat Kekeringan

Antara
Ilustrasi

 

PEMERINTAH Kabupaten Garut, Jawa Barat menetapkan status darurat kekeringan lahan pertanian dan perkebunan, setelah ribuan hektare produksi padi mengalami penurunan. Bupati Garut Rudy Gunawan mengatakan, kekeringan yang terjadi di berbagai wilayahnya sekarang ini harus disikapi bersama agar tidak semakin meluas. Musim kemarau panjang pada tahun ini telah menyebabkan luas lahan 2.700 hektare di 42 kecamatan mengalami kekeringan. Dan banyak lahan pertanian gagal panen karena sawahnya kering.

"Informasinya sampai akhir Oktober ini masih kemarau dan perlu ada tindakan apalagi menyangkut air bagi masyarakat. Pada 2020, Pemkab Garut merencanakan penambahan sumber air untuk irigasi dengan anggaran sebesar Rp20 miliar untuk membangun pipanisasi lahan pertanian," kaya Rudy Gunawan, Minggu (15/9).

Rudy mengungkapkan, Pemkab Garut berencana memanfaatkan 20 sumber air baru. Selama ini petani yang sebagian besar ada di Kecamatan Malangbong, Kecamatan Pendeuy, Kecamatan Banjarwangi dan Kecamatan Pakenjeng baru memanfaatkan lima sumber mata air besar.

"Kita akan memanfaatkan 20 sumber mata air baru untuk memenuhi kebutuhan air terutama warga maupun pertanian dengan menyiapkan pipanisasi. Kabupaten Garut memiliki potensi sumber air di sejumlah kecamatan terutama di daerah sekitar pegunungan yang sudah seharusnya bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat," ujarnya.

baca juga: Sudah Setahun Pemenang Lomba Batik Belum Terima Hadiah

Sementara, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Garut Beni Yoga Gunasantika mengatakan, kekeringan yang terjadi di Garut menyebabkan lahan persawahan mengalami puso mencapai 2.971 hektare. Petani tidak bisa menanam padi secara maksimal karena  karena kekurangan air. Total luas lahan pertanian di Kabupaten Garut seluas 42.663 hektare. Pada musim kemarau, hanya 7.020 hektare yang bisa ditanami sayuran. Sedangkan sisanya tidak bisa ditanami padi maupun sayuran karena kekurangan air. (OL-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More