Sabtu 14 September 2019, 08:05 WIB

Perusahaan belum Terima Rincian Aturan Cukai

mediaindonesia.com | Ekonomi
Perusahaan belum Terima Rincian Aturan Cukai

Ilustrasi
Rokok hasil sitaan.

 

PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP) mengaku belum mendapatkan rincian aturan kebijakan cukai menyusul pengumuman kenaikan tarif cukai yang disampaikan oleh pemerintah melalui Menteri Keuangan Sri Mulyani yang disampaikan usai rapat terbatas di Istana Merdeka, Jumat (13/9).

"Kami menilai kenaikan ini mengejutkan dan akan mengganggu ekosistem industri hasil tembakau (IHT) nasional," tegas Direktur Sampoerna, Troy Modlin, dalam keterangan tertulisnya.

Pihaknya juga memberikan beberapa rekomendasi kepada pemerintah terkait kebijakan tarif cukai ke depan. Pertama, jika pemerintah bermaksud untuk memberlakukan kebijakan cukai yang dapat mendukung kelangsungan penyerapan tenaga kerja, Sampoerna merekomendasikan agar pemerintah menutup celah cukai pada sigaret buatan mesin sesegera mungkin.

"Yakni dengan menggabungkan volume produksi Sigaret Putih Mesin (SPM) dan Sigaret Kretek Mesin (SKM) menjadi 3 miliar batang per tahun," ujarnya.

Kedua, tambah Troy, pemerintah juga harus memastikan tarif cukai SKM/SPM lebih tinggi secara signifikan dari  tarif cukai Sigaret Kretek Tangan (SKT).

"Terakhir, kami meminta kepada pemerintah untuk mempertahankan batasan produksi untuk SKT golongan 2 sebesar maksimal 2 miliar batang per tahun,” ujarnya.


Baca juga: Pemerintah Putuskan Cukai Rokok Naik 23%


Troy menegaskan, pemerintah akan mencapai tujuannya melalui rekomendasi tersebut sekaligus menciptakan lingkungan persaingan yang adil bagi para pelaku industri.

Sebelumnya, sejumlah pihak mengungkapkan formula penggabungan SKM dan SPM dapat menutup celah kebijakan yang dimanfaatkan pabrikan besar dalam membayar tarif cukai murah. Aturan yang ada saat ini memunculkan ketidakadilan dan persaingan yang tidak sehat, di mana pabrikan besar berhadapan dengan pabrikan kecil dan sama-sama membayar tarif cukai murah.

Tidak hanya itu, pemerintah diminta mempertimbangkan untuk memperlebar jarak tarif cukai untuk segmen SKT dari rokok mesin SKM atau SPM. Melalui penggabungan batasan produksi rokok mesin SPM dan SKM, maka produk-produk rokok mesin, khususnya dari pabrikan besar, tidak bersaing langsung dengan rokok tangan SKT.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani menjelaskan, kebijakan cukai melihat dari berbagai aspek dalam rangka menentukan kebijakan yang baik.

"Tujuannya untuk tiga hal. Pertama mengurangi konsumsi, kedua mengatur industrinya dan ketiga adalah penerimaan negara," jelas Sri Mulyani saat mengumumkan kenaikan tarif cukai.

Pemerintah juga telah memutuskan untuk menaikkan tarif cukai rokok sebesar 23% serta harga jual eceran menjadi 35%.

"Kenaikan average 23% untuk tarif cukai dan 35% dari harga jualnya akan kami tuangkan di dalam Permenkeu yang akan kita berlakukan sesuai dengan tadi keputusan Pak Presiden 1 Januari 2020," kata Sri Mulyani. (RO/OL-1)

 

Baca Juga

Antara/PUSPA PERWITASAR

Garuda Sebut 400 Karyawan Sukarela Ambil Pensiun Dini

👤┬áM. Iqbal Al Machmudi 🕔Selasa 14 Juli 2020, 13:01 WIB
PT Garuda Indonesia Tbk menawarkan pensiun dini kepada pegawai yang usia di atas 45 tahun. Ini merupakan inisiatif yang dilakukan selama...
ANTARA/APRILIO AKBAR

Dirjen Pajak Ajak Jajaran Kelola Fungsi Perpajakan dengan Baik

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Selasa 14 Juli 2020, 12:48 WIB
Penerimaan pajak hingga semester I 2020 masih mengalami tekanan berat akibat pandemi...
ANTARA/Muhammad Bagus Khoirunas

Buwas Pastikan Stok Beras Bulog Selama Pandemi Aman

👤Despian Nurhidayat 🕔Selasa 14 Juli 2020, 12:18 WIB
Stok beras mencapai 1,42 juta ton yang tersebar di seluruh...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya