Minggu 15 September 2019, 00:30 WIB

Derita Petani Garam di Musim Panen

M TAUFAN SP BUSTAN | Weekend
Derita Petani Garam di Musim Panen

MI/M TAUFAN SP BUSTAN
Pedagang garam menunggu pembeli di lokasi penggaraman Kelurahan Talise, Kecamatan Mantikulore, Palu, Sulawesi Tengah.

DATANGNYA musim panen ­seharusnya menjadi hari yang ­bahagia. Namun, bagi petani garam di Palu, Sulawesi Tengah, musim panen yang datang tahun ini ialah penderitaan. Sudah tiga bulan terakhir, panen petani di tambak garam Kelurahan Talise, Kecamatan Mantikulore, tidak berbanding lurus dengan keuntungan. Semakin banyak stok garam petani, semakin sepi pula peminatnya.

Bahkan, saat ini garam jatuh di harga terendah, yakni Rp150 ribu per karung isi 50 kilogram (kg) untuk kualitas nomor satu, sedangkan untuk garam kualitas nomor dua Rp100 ribu per karung isi yang sama.

Hal ini diakui petani tidak seperti biasanya. Pasalnya, baru kali ini masa panen begitu panjang, sedangkan peminat sepi. “Sebelumnya kualitas nomor satu Rp250 ribu per karung isi 50 kg. Untuk kualitas nomor satu Rp150 ribu,” aku salah satu petani ­Syahruddin, 48, kepada Media Indonesia, Minggu (18/8).

Sepinya peminat garam bukan tanpa alasan. Selain karena banyaknya stok di tingkat petani dan pengecer, kondisi pasar juga belum stabil.

Belum lagi ditambah stok garam dari luar provinsi yang masih banyak tersisa di tingkat pengecer. “Ini kita panen, sedangkan stok sisa garam dari Makassar, Sulawesi Selatan, ­belum habis dijual pengecer. ­Makanya yang ada sekarang menumpuk hasil panen,” ­ungkap petani lainnya, Roni Dahli, 56, terpisah.

Meski sepi peminat, ratusan petani garam di Kelurahan Talise terus menggarap lahan. Mereka berusaha tidak putus asa selain juga karena tidak banyak pilihan lain.

Mereka berharap, jika perekonomian mulai membaik beberapa pekan ke depan, harga garam pasti kembali normal. “Ini kan ekonomi belum begitu normal pascabencana, kami maklumi. Terus tambak ini juga belum lama digarap, mungkin pedagang dari luar daerah belum tahu makanya belum ada yang datang membeli,” imbuh Roni.

Garam Talise merupakan garam biji yang tidak hanya dijadikan sebagai penyedap makanan, tetapi juga dijadikan campuran pupuk dan campuran makanan hewan ternak. Garam ini memiliki kualitas asin yang baik. Tidak mengherankan, garam ini dipasarkan hingga ke luar daerah, seperti Mamuju, Sulawesi Barat, Samarinda, Kalimantan Timur, Gorontalo, Manado, dan Sulawesi Utara. (M-1)

Baca Juga

dok.pribadi

Humor sebagai Medium Pemikiran Kritis

👤Bagus Pradana 🕔Sabtu 04 Juli 2020, 13:10 WIB
Meskipun ruang-ruang demokratisasi belakangan ini mulai dibuka, ia heran mengapa justru masyarakat kini menjadi semakin...
Dok 2012 movie

Penggemar Film Apokaliptik Lebih Resilien Hadapi Krisis Pandemi

👤Fathurrozak 🕔Jumat 03 Juli 2020, 18:15 WIB
Para peneliti ungkap penonton film bertema bencana hari akhir cenderung lebih resilien dan lebih siap dalam menghadapi pandemi...
Unsplash/ Share Grid

Sederet Rumah Produksi Ini Bersiap Syuting Lagi

👤Fathurrozak 🕔Jumat 03 Juli 2020, 17:25 WIB
Visinema, MD Pictures, Rapi Films, dan Satria Dewa Studio (SDS) sudah bersiap...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya