Sabtu 14 September 2019, 19:53 WIB

Kekeringan, PDAM Kota Kupang Ubah Pola Distribusi Air

Palce Amalo | Nusantara
Kekeringan, PDAM Kota Kupang Ubah Pola Distribusi Air

MI/Palce Amalo
Warga mencari air setelah pasokan PDAM mulai berkurang akibat keringnya beberapa sumber air baku.

 

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur mengubah pola distribusi air ke masyarakat mulai pekan depan, menyusul kekeringan yang membuat debit sumber-sumber air menyusut.

Penjabat Sementara (Pjs) Direktur PDAM Kota Kupang, Romy Seran mengatakan kebijakan itu hanya berlaku bagi pelanggan yang selama ini mendapat pasokan air setiap hari, akan dikurang menjadi antara 2-3 kali dalam seminggu.

Sedangkan pelanggan PDAM yang selama ini mendapat pasokan air hanya satu kali dalam seminggu, tidak dikurangi. Langkah itu dilakukan agar air yang terbatas terbagai rata untuk seluruh pelanggan.

"Kami melakukan analisa terhadap potensi sumber air yang mungkin bisa dimanfaatkan dengan menjadwal ulang pola distribusi. Itu pun dilakukan khusus untuk wilayah yang bisa ada alternatif sumber air," ujar Romy  di Kupang, Minggu (14/9).

Sementara itu, pihak Blud Spam NTT yang mengelola air Bendungan Tilong di Desa Oelnasi, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, belum membuka kembali pasokan air ke 4.000 pelanggan PDAM di Kota Kupang.

Pasokan air ke pelanggan PDAM dihentikan sejak satu bulan terakhir lantaran warna air berubah menjadi kuning kehijauan yang diduga dampak dari kekeringan. Namun menurut Dia, tidak seluruh 4.000 pelanggan itu akan mendapat pasokan air dari sumur bor maupun sumber-sumber lain.

"Hanya pelanggan di wilayah tertentu saja yang terdapat sumber alternatif PDAM dalam bentuk sumur bor yang bisa disuplai," ujarnya. (PO/OL-10)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More