Sabtu 14 September 2019, 14:16 WIB

Polri Sebut Ledakan Gudang di Brimob Jateng Dipicu Suhu Panas

Ferdian Ananda Majni | Nusantara
Polri Sebut Ledakan Gudang di Brimob Jateng Dipicu Suhu Panas

ANTARA FOTO/R Rekotomo
Dua polisi berada di dalam rumah warga yang mengalami kerusakan akibat dampak dari ledakan gudang tempat penyimpanan bahan peledak dan bom

 

KEPALA Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan dugaan ledakan yang berasal dari gudang tempat penyimpanan bahan peledak (handak) dan bom militer temuan dari masyarakat di Mako Brimob Polda Jateng, dipicu suhu udara panas di kawasan tersebut.

"Dugaan sementara informasi yang saya dapat memang bom-bom sisa peninggalan perang dunia II itu cukup tua kemudian memiliki tingkat dan sensitifitas cukup tinggi. Bisa dipicu oleh udara yang panas, itu bisa salah satu pemicu terjadi ledakan," kata Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Sabtu (14/9).

Meskipun demikian, lanjut Dedi, untuk hasil secara scientific terkait apa yang menjadi faktor penyebab ledakan-ledakan tentunya Jibom dan Inafis Polda Jawa Tengah akan melakukan pengecekan olah TKP dan sterilisasi.

"Apabila masih ditemukan handak-handak yang cukup berbahaya langkah berikutnya dilakukan disposal. Disposal itu tergantung pada situasi dan aspek keamanan," sebutnya.

Baca juga: Polisi Pastikan Gudang yang Terbakar bukan untuk Simpan Senjata

Dia menjelaskan, ledakan itu mengakibatkan belasan rumah di sekitar area Mako Brimob mengalami kerusakan. Bahkan seorang anggota yakni Komandan Batalyon Gegana Brimob Srondol mengalami luka di bagian kepala.

"Kita melakukan pendataan juga rumah-rumah warga yang mengalami kerusakan daripada ledakan tersebut, situasi masyarakat cukup tenang di sana kemudian proses pendinginan dan pemadam dilakukan oleh 7 unit damkar juga sudah selesai," pungkasnya.

Diketahui, gudang yang meledak berisikan sejumlah bahan peledak sisa Perang Dunia II, di antaranya 6 mortir besar berukuran 120 cm dengan diameter 60 cm, 3 mortir sedang ukuran panjang 75 cm dengan diameter 80 cm, 8 mortir kecil ukuran 30 cm dengan diameter 25 cm dan 1 bom ranjau ukuran 55 cm dan diameter 80 cm.

Sebelumnya, terjadi ledakan di Gudang tempat penyimpanan bahan peledak dan bom militer temuan dari masyarakat di Mako Brimob Srondol Polda Jateng, Sabtu (14/9) sekira pukul 07.00 WIB.

Ledakan terjadi beberapa kali dan berhenti sekitar pukul 08.00 WIB. Sejak ledakan awal telah dilakukan evakuasi terhadap warga disekitar Mako Brimob.

Sejauh ini tidak ada korban dari warga, beberapa kaca rumah warga pecah dan akan dilakukan perbaikan hari ini juga oleh Polda Jateng. Satu anggota Brimob luka ringan di tangan dan kepala dan sudah diobati di RS Banyumanik dan bisa kembali.

Lokasi gudang penyimpanan handak dan bom militer temuan dari masyarakat ini secara SOP terpisah dari gudang senjata api dan munisi Brimob juga terpisah dari asrama Brimob. Handak dan bom militer ini juga secara berkala dilakukan disposal bekerja sama dengan Korbrimob Jakarta.

Saat ini sudah dilakukan pengaman lokasi dengan pendinginan penyiraman air oleh petugas PMK Kota Semarang, sebelum dinyatakan aman oleh petugas Jibom Brimob untuk selanjutnya dilakukan olah TKP guna menentukan sebab ledakan.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More