Kamis 12 September 2019, 20:25 WIB

Masa Depan Industri Blockchain Dibahas di Jakarta

mediaindonesia.com | Ekonomi
Masa Depan Industri Blockchain Dibahas di Jakarta

Ist
Gin Chao, Chief Strategy Officer of Binance.

 

GELARAN Empowering Blockchain Summit yang berlangsung di Jakarta, Indonesia, 13-14 September 2019, bertujuan untuk menemukan solusi dan berbagi wawasan tentang cara yang lebih baik dalam menerapkan teknologi blockchain ke industri. Selain itu juga sebagai platform yang diharapkan bisa digunakan secara menyeluruh Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara lainnya.

Didukung oleh Chainway, platform bisnis blockchain berbasis di Indonesia, seminar perdana ini akan mempertemukan para pemimpin, pendiri, dan pengembang perusahaan besar untuk bersama-sama membangun momentum dan untuk terlibat dalam diskusi tentang masa depan industri blockchain.

Chainway merupakan perusahaan blockchain yang baru didirikan di Jakarta untuk menghubungkan bisnis global blockchain dengan industri blockchain Indonesia dan memberikan solusi bisnis.

Seminar ini akan menampilkan gambar profil tinggi di blockchain global dan dunia aset kripto. Beberapa mitra terbesar ialah BlNANCE, Samsung SDS, INDODAX, Samsung Electronics Indonesia, QCP Capital, SolidBlock, dan Gopax Indonesia.

Pada hari pertama, pemain global yang paling berpengaruh di industri aset blockchain dan kripto akan berbagi pandangan tentang industri blockchain dan cara praktis untuk menerapkannya ke sektor publik dan swasta. Juga akan ada pejabat pemerintah tingkat menteri untuk berbicara tentang industri dalam waktu dekat dengan teknologi blockchain dan prospek kerangka peraturan.


Baca juga: Tata Kelola Kredit Macet Perlu Perhatikan Perlindungan Konsumen


Adapun hari kedua akan fokus pada apa yang terjadi di pasar blockchain dan strategi bertahan hidup. Selain itu, pertemuan Super BlNANCE akan berlangsung untuk membahas dan berbagi tentang perdagangan, teknologi blockchain, dan fitur-fitur BlNANCE lainnya dengan para pembicara terkemuka

Seminar akan diadakan di Sheraton Grand Gandaria City Hotel, Jakarta. Bagi para pelaku Blockchain ataupun masyarakat luas dapat mendaftar untuk tiket. Tiket standar biaya US$150 sedangkan tiket early bird biaya US$100. Batas waktu pendaftaran early bird awal adalah 8 September 2019.

Sementara, Chairman Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI), Muhammad, menjelaskan bahwa keberadaan ABI bertujuan untuk menggalang dan mengorganisir pelaku usaha teknologi blockchain dalam menciptakan lingkungan berusaha yang berkualitas yang memacu pemahaman, pemanfaatan, kemajuan serta daya saing teknologi Blockchain, dalam kaitannya dengan revolusi industri 4.0, baik pada tataran nasional maupun internasional.

"Pelaku usaha terkait teknologi Blockchain dan revolusi industri 4.0, sehingga didapatkan pemahaman dan pemanfaatan yang optimal dalam rangka mendukung pertumbuhan dan perkembangan teknologi blockchain Indonesia yang berdaya saing tinggi," imbuh pria yang akrab Oham.

Target dari pertemuan itu sendiri agar ada beberapa perusahaan yang mendapat kajian. Di Indonesia sendiri, bitcoin sendiri mulai dikenal pada 2017 dan kemudian pada 2018 asosiasi berdiri dan mudah-mudahan pada 2020 akan lebih menjanjikan.

"Seharusnya Indonesia menjadi pemimpin dalam bisnis bitcoin," ucapnya. (RO/OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More