Sabtu 14 September 2019, 01:00 WIB

Chandra Wahyu Aji: Cetak Bintang Lapangan

Wan/M-4 | Weekend
Chandra Wahyu Aji: Cetak Bintang Lapangan

MI/SUMARYANTO BRONTO
Chandra Wahyu Aji

MENJADI bintang lapangan hijau merupakan mimpi bagi sebagaian orang, termasuk Chandra Wahyu Aji. Kecintaannya terhadap sepak bola pun sudah dipupuk sejak kecil.

Namun, nasib malang tak dapat ditolak, saat dirinya menginjak usia 13 tahun, dia mengalami kecelakaan di lapangan. Kakinya cedera akibat terbentur tiang gawang. “Tidak langsung ditangani, hanya di­urut beberapa kali. Cederanya semakin parah ketika mulai meluruskan kaki, terdapat daging yang membusuk yang ketika diperiksa itu tumor ganas,” kata Chandra. Tumor itu berkembang yang kemudian dokter memvonis ia terkena kanker sehingga Chandra harus merelakan kaki kanannya diamputasi.

Saat itu dia berpikir hilang kaki, hilang juga mimpinya mengingat kaki menjadi bagian penting dalam olahraga sepak bola. Ia tidak percaya diri dan setahun lamanya ia menutup diri dari lingkungan sosial.

Namun, semangatnya semakin tersulut kala ayahnya yang bekerja sebagai buruh bangunan memberi dorongan agar Chandra bangkit. Ia memulainya dengan membagikan pengalaman dan teknik bermain sepak bola kepada anak-anak sekitar rumahnya. “Di sekitar rumah kan memang banyak anak kecil, jadi pengen ngelatih apa yang sudah saya pelajari di Sekolah Sepak Bola (SSB) dulu, diterapkan kepada anak-anak meskipun hanya teori,”kata Chandra.

Ia dibantu rekannya mengajar bola yang kemudian mendirikan (SSB) Putra Garuda Muda yang berada di Petukangan Selatan, Jakarta. Ia menjabat sebagai pendiri dan pelatih. “Yang paling diingat adalah kalimat ini, Kita mungkin tidak bisa menjadi bintang, tapi kita bisa mencetak bintang,” kata Chandra.

Tak ingin meninggalkan kecintaannya bermain bola, Chandra juga tergabung aktif dalam klub sepak bola Indonesia Amputee Football (INAF) yang didirikan sejak Maret 2018. Klub ini telah menjadi wadah bermain sepak bola bagi orang yang diamputasi baik tangan dan kaki.

Klub ini bahkan mampu mengalahkan tim Malaysia dalam dalam gelaran sepak bola yang diusung negara tetangga tersebut. Chandra membuktikan keterbatasan fisik tak bisa membatasi hobinya bermain sepak bola. “Kita tak usah takut dengan trauma, kalau takut sulit untuk maju dan sukses. Untuk yang memiliki nasib seperti saya, kalian tak sendiri, jangan pernah putus asa dan tetap semangat,” pungkasnya. (Wan/M-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More