Jumat 13 September 2019, 22:15 WIB

Menjajal 5G di Kota Pahlawan

Rizky Noor Alam | Weekend
Menjajal 5G di Kota Pahlawan

MI/RIZKY NOOR ALAM
Uji coba jaring an 5G 3 Indonesia yang bertajuk The Future is Now di Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), Surabaya.

Meskipun keputusan regulasi terkait pengembangan dan implementasi teknologi jaring­an 5G di Indonesia masih di awang-awang oleh pemerintah, sejumlah operator seluler di Tanah Air telah berlomba-lomba melakukan uji coba jaring­an 5G miliknya. Salah satunya dilakukan oleh operator 3 Indonesia.

Bersama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), operator seluler asal Hong Kong tersebut melakukan uji coba di Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya.

Uji coba yang bertajuk The Future is Now tersebut dilakukan menyusul terbitnya izin penggunaan spektrum 28 GHz. Saat dilakukan uji coba (5/9), kecepatan unduhan (download) yang dihasilkan jaringan 5G 3 Indonesia berhasil mencapai kecepatan 760 Mbps, sedangkan kecepatan unggahan (upload) berhasil mencapai 75,9 Mbps dengan latensi 11 ms (millisecond).

Dengan hasil tersebut, pihak 3 Indonesia mengklaim bahwa kecepatan koneksi 5G miliknya 100 kali lipat lebih unggul dibandingkan dengan jaringan 4G saat ini.

Dalam kesempatan itu, Chief Commercial Officer 3 Indonesia, Dolly Susanto mengatakan, uji coba tersebut merupakan wujud komitmen perusahaan untuk membantu anak muda lebih siap menghadapi tantangan global dengan membuka kesempatan tanpa batas untuk mereka yang ada di dunia pendidikan.

“Kecepatan jaringan gene­rasi kelima dapat membuat komunikasi lebih sempurna dan imersif. Keunggulan ini dapat dimanfaatkan untuk menyempurnakan kegiatan belajar-mengajar jarak jauh atau mengirim karya ke belahan dunia secara real time,” ungkap Dolly dalam acara uji coba tersebut di ITS, Surabaya (5/9).

Dalam kesempatan tersebut pihak 3 Indonesia juga memamerkan kedigdayaan jaringan 5G miliknya dengan melakukan telekomunikasi jarak jauh yang memanfaatkan teknologi hologram untuk menghadirkan narasumber lainnya dari Jakarta dan Surabaya. Adapun yang dihadirkan melalui hologram ialah Menkominfo Rudiantara dan Ketua Forum 5G Indonesia, Sigit Puspito.

“Simulasi pemanfaatan jaringan secara menyeluruh yang dilakukan 3 Indonesia dari awal hingga ke tangan pengguna menunjukkan bahwa segenap sistem dan komponen kami mampu berfungsi secara terpadu,” imbuh Dolly.

Sementara itu, Rektor ITS Mochamad Ashari mengatakan, sebuah keniscayaan bahwa kerja sama dunia pendidikan dengan industri akan menciptakan terobosan baru. Terutama bagi pembelajaran mahasiswa.

“Kerja sama IT dengan dunia pendidikan sebuah keniscayaan. Sebab akan lebih implementatif dan familier bagi mahasiswa,” kata Ashari.

Dirinya meyakini, teknologi 5G yang diterapkan di dunia pendidikan akan memudahkan menghadirkan kuliah umum secara virtual, lantaran proses belajar mengajar dapat melampaui batas jarak di masa depan.

“5G akan menghubungkan anak muda Indonesia kepada sumber ilmu di berbagai penjuru dunia dan mendukung secara langsung pembangunan SDM unggul Indonesia melalui dunia pendidikan tanpa batas,” imbuh Ashari.

Killer application

Menkominfo Rudiantara sendiri melalui holog­ram menjelaskan bahwa teknologi hologram seperti yang digunakan pada uji coba 5G tersebut dapat menjadi killer application di masa mendatang. Bahkan dirinya mencontohkan, hologram bisa dimanfaatkan menjadi alat untuk berkampanye pada Pemilu 2024. Dengan menggunakan hologram yang mana juga disokong 5G, kampanye dapat dilakukan tanpa harus datang ke hadapan publik.
“Hologram killer application nantinya di tahun 2024 bisa digunakan capres dan cawapres di tahun itu,” kata Rudi.

Meski begitu, dirinya menekankan terkait dengan 5G hal yang harus menjadi perhatian ialah bagaimana mengedukasi masyarakat tentang teknologi canggih teranyar tersebut dengan bahasa yang sederhana.

“Teknologi ini masih dalam status awal, kita harus sosialisasikan teknologi dengan bahasa lebih mudah. 5G itu sederhananya internet sangat cepat. Pemerintah dukung uji coba teknologi baru,” pungkas Rudi.

Uji coba 5G 3 Indonesia tersebut melibatkan sejumlah mitra, seperti Nokia yang menyediakan gNB untuk 5G RAN, E-Band MW transport, aktivasi 5G di live vEPC dan integrasi end-to-end. Lalu ada Huawei dengan solusi SDB (super dual band) MW yang baru pertama digunakan di Indonesia untuk 5G. (M-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More