Jumat 13 September 2019, 20:16 WIB

Tambahan Personel Dikerahkan Tangani Karhutla

Indriyani Astuti | Humaniora
Tambahan Personel Dikerahkan Tangani Karhutla

ANTARA FOTO/Nova Wahyudi
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Doni Monardo

 

KEPALA Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Munardo menuturkan kekuatan personel untuk pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) ditambah.

Dari data hingga Jumat (13/9), total 9.172 personel dikerahkan. Di setiap provinsi terdapat 1.512 personel terdiri dari 1.000 TNI, 200 Polri, 312 Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan masyarakat. Untuk Riau, terang Doni, ada penambahan 100 personel TNI untuk pemadaman di area kilang minyak milik Pertamina di Dumai.

"Terdapat lima sumur pengilangan minyak milik Pertamina dan titik kebakaran mendekati kilang tersebut," terang Doni ketika ditemui seusai rapat kordinasi tingkat menteri di Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Jakarta, pada Jumat (13/9).

Doni menuturkan selain penambahan personel, jumlah helikopter juga ditambah dari 2 menjadi 4. Meski demikian, api belum juga padam. Memadamkan api di lahan gambut, ujarnya pekerjaan yang sulit berbeda dengan lahan mineral. Ketika lahan gambut terbakar, api baru bisa padam setelah seminggu kemudian.

"Pemadaman lahan gambut luar biasa sulitnya jadi harus dengan segenap upaya dan daya bekerja sama masyarakat mencegahnya," tuturnya.

Baca juga: Asita Desak Pemprov Riau Segera Atasi Karhutla

Doni menyampaikan Provinsi Riau, menjadi wilayah terparah karhutla di lahan gambut. Total lahan yang terbakar, imbuhnya, mencapai 49 ribu hektare. Adapun 40 ribu hektarenya merupakan lahan gambut. Kabut asap yang ditimbulkan juga pekat. BPBD sudah menyiapkan masker dan stok dilaporkan masih tersedia. Meski demikian, Doni mengatakan sudah meminta BPBD untuk menyiapkan kembali masker guna didistribusikan ke daerah yang dilanda kabut asap parah.

Untuk memperbaiki kualitas udara, hujan buatan sudah coba dilakukan di Sumatera. Hujan buatan sangat tergantung dari volume bibit awan 65-70% bisa disemai. Tetapi Doni mengatakan upaya hujan buatan beberapa kali gagal pasalnya di Sumatera sama sekali tidak ada hujan dan kemarau berlangsung cukup panjang. (OL-4)

 

Baca Juga

ANTARA

Dunia Pendidikan harus Ubah Paradigma

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 23:03 WIB
Ekosistem persekolahan 3D diharapkan memberikan iklim baru bagi anak untuk melakukan upskilling atau reskilling sesuai tuntutan industri...
Dok. Pribadi

Kipina Worldwide dan YAAI Kolaborasi Bangun TK di Indonesia

👤Syarief Oebaidillah 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 22:46 WIB
YAAI berencana membangun Taman Kanak-kanak yang terhubung dengan pusat perbelanjaan, komplek perumahan dan proyek-proyek terpadu, dimulai...
ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

Menristek: Faktor Keamanan Jadi Pertimbangan Utama Vaksin Covid-19

👤Antara 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 22:28 WIB
Uji klinis tahap 1, 2 dan 3 harus dilakukan untuk memastikan bahwa vaksin yang dihasilkan adalah vaksin yang...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya