Jumat 13 September 2019, 19:21 WIB

Tokoh Masyarakat Jayapura Tolak Separatisme dan Radikalisme

Aries Wijaksena | Politik dan Hukum
Tokoh Masyarakat Jayapura Tolak Separatisme dan Radikalisme

istimewa
Para tokoh Jayapura yang mencetuskan deklarasi tolak separatisme dan radikalisme.

 

PEMERINTAH Kabupaten Jayapura bersama Forkompimda, tokoh masyarakat, pemuda, dan perempuan mendeklarasikan empat poin kesepakatan bersama. Salah satunya, menolak separatisme dan radikalisme di Tanah Papua.

Selain itu, deklarasi bersama yang dilaksanakan di depan Masjid Babuljana, bekas Pasar Lama Sentani, Kabupaten Jayapura pada Jumat (13/9) ini, juga menyepakati menjaga persatuan dan kesatuan di Tanah Papua, hidup berdampingan dengan penuh kasih sayang, dan tidak terpengaruh dengan isu yang tidak benar.

Dalam deklarasi ini, diwarnai dengan kerja bhakti bersama yang dihadiri Bupati Jayapura, Wakil Bupati Jayapura, Kapolres Jayapura, Dandim 1701 Jayapura, Forkompimda, perwakilan tokoh masyarakat, pemuda, dan perempuan.

Bupati Jayapura Mathius Awoitauw mengatakan semua komponen di Kabupaten Jayapura telah mencanangkan kesepakatan bersama untuk menjaga persatuan dan kesatuan Republik Indonesia.

Pernyataan ini, kata Mathius, adalah wujud bukti dari sejumlah komitmen yang pernah dilakukan di tahun 2016 lalu, bahwa Kabupaten Jayapura sudah dicanangkan sebagai zona kerukunan dari suku bangsa, tetapi juga kerukunan beragama, serta golongan.

“Meskipun keberagamannya luar biasa di tempat ini, tapi kami bisa membuktikan itu menjaga keutuhan kekeluargaan. Mungkin di luar Papua keberagaman itu tak seimbang, tetapi di sini sangat seimbang,” jelas Mathius.

Untuk itu, kata Mathius, ini menjadi ukuran untuk bagaimana dari tempat ini bisa membuktikan kepada Indonesia bahwa Bhineka Tunggal Ika benar-benar dilaksanakan di Kabupaten Jayapura.

Kapolres Jayapura, AKB Victor Dean Mackbon menuturkan, jika deklarasi yang dilaksanakan adalah rangkaian dari kehadiran Kapolri dan Panglima TNI di Papua yang meminta agar harus ada kedamaian di Papua.

Victor juga mengatakan, ternyata apa yang dicanangkan tokoh-tohoh masyarakat di Kabupaten Jayapura sebelumnya tentang toleransi umat beragama adalah buah pikiran yang sudah dipikirkan dari jauh-jauh hari, sebelum ada cobaan-cobaan seperti saat ini.

“Kita bisa buktikan bahwa bumi kenambai umbai bisa aman dan terkendali. Orang bisa bilang bahwa massa asalnya dari sini, tetapi itu juga wujud kalau mereka juga tak ingin mengganggu di sini,” ungkap Victor.

Kapolres Jayapura ini juga mengingatkan jika hingga kini belum adanya internet maka itu adalah bagian dari upaya pemerintah untuk mengamankan Papua dari isu-isu provokasi. “Musuh tak menyerang lagi dengan senjata berat seperti misil dan lainnya. Tapi bagaimana memanfaatkan permasalah yang ada di media sosial. Untuk itu seluruh masyarakat jangan terpancing, sehingga Kabupaten Jayapura tetap aman dan damai,” tandasnya. (A-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More