Jumat 13 September 2019, 18:40 WIB

Kejaksaan Menanti Kolaborasi dengan Komisioner KPK Terpilih

Golda Eksa | Politik dan Hukum
Kejaksaan Menanti Kolaborasi dengan Komisioner KPK Terpilih

MI/Palce
Jaksa Agung HM Prasetyo (kanan) menyampaikan sambutan pada acar penyerahan aset hasil rampasan dari terpidana kasus pembobolan BNI.

 

JAKSA Agung HM Prasetyo mengapresiasi keputusan Komisi III DPR RI yang telah memilih 5 komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2019-2023. Menurut dia, para pimpinan KPK baru itu telah melalui sejumlah tahapan seleksi dan hasilnya pun harus dihormati.

"Harapan dari kejaksaan, komisioner KPK yang baru terpilih itu bisa lebih diajak berbicara untuk upaya kita memberantas dan mencegah korupsi bersama-sama," ujar Prasetyo kepada wartawan di Kompleks Kejaksaan Agung, Jakarta, Jumat (13/9).

Baca juga: Capim KPK Jelaskan Pengalamannya Tangani Perkara Korupsi

Ia tidak mempermasalahkan nihilnya jaksa yang duduk sebagai komisioner. Menurut dia, di KPK ada 90 jaksa yang bertugas untuk menangani pelbagai kasus praktik lancung.

Prasetyo juga enggan mengomentari rencana pimpinan KPK terpilih yang lebih mengedepankan fungsi pencegahan ketimbang penindakan. Menurut dia, setiap institusi penegak hukum pasti punya strategi sendiri-sendiri.

"Kejaksaan sendiri memang sudah lama lebih menekankan pada fungsi pencegahan, meskipun tidak harus menafikan penindakan. Jadi harus berjalan seiring antara pencegahan dan penindakan. Jadi kita tidak harus terkesan hanya bersemangat memenjarakan orang, tapi bagaimana supaya tidak terjadi kejahatan."

Dengan mengutamakan peran pencegahan, imbuhnya, diharapkan kebocoran-kebocoran keuangan negara yang selama ini diduga disebabkan kasus korupsi bisa dikurangi. Upaya menekan hingga menghilangkan korupsi diakuinya membutuhkan waktu.

"Hanya perbedaannya kalau pencegahan itu tidak populer, mungkin sekarang ada pihak yang malah ingin menangkap, menahan, memenjarakan orang, itu dianggap hebat. Tentunya harus dibarengi pencegahan. Dengan pencegahan yang intensif diharapkan korupsi bisa makin lama makin dikurangi," pungkasnya. (Gol/A-3)

Baca Juga

MI/IMMANUEL ANTONIUS

Waspadai Hoaks Covid-19 untuk Turunkan Partisipasi Pemilih

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 21:44 WIB
Penyebaran hoaks terkait Covid-19, sangat mungkin terjadi pada saat pelaksanan pemungutan suara (pencoblosan) di wilayah ataupun TPS yang...
ANTARA/M Risyal Hidayat

BPK Curiga Ada yang Ingin Lemahkan Kewenangannya

👤Insi Nantika Jelita 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 20:27 WIB
BPK menyatakan bakal menyempurnakan standar dan metode pemeriksaan yang...
Dok.MI

Bawaslu Mencatat Kegiatan Kampanye Secara Daring Terus Menurun

👤Indriyani Astuti 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 20:15 WIB
Kampanye dengan metode tatap muka atau pertemuan terbatas masih menjadi yang paling diminati dan paling banyak dilakukan meski di tengah...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya