Jumat 13 September 2019, 17:28 WIB

Label Plastik Bekas Didaur Ulang Jadi Palet

mediaindonesia.com | Humaniora
Label Plastik Bekas Didaur Ulang Jadi Palet

Istimewa
Nota kesepahaman antara Danon-Aqua dan Re>Pal Indonesia terkait daur ulang.

 

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyatakan sekitar 72% masyarakat Indonesia kurang peduli dengan masalah sampah khususnya sampah plastik.

Di hadapan wartawan bulan lalu, Direktur Pengelolaan Sampah KLHK Novrizal Tahar berdasarkan laporan indeks ‘Perilaku Ketidakpedulian Lingkungan Hidup’ dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2018.

Di dalam laporan itu, Novrizal menyebut ada empat item salah satunya berkaitan dengan pengelolaan sampah. Indeks yang ditetapkan BPS 0 sampai 1 dan indeks yang paling rendah ialah terkait sampah sebesar 0,72%. "Ya kalau kita belajar statistik, bisa kita artikan 72% orang Indonesia tidak peduli terhadap sampah," katanya.

Terkait sampah plastik, Aqua, yang merupakan anak perusahaan Danone dan telah tersertifikasi B CorpTM, telah menandatangani nota kesepahaman dengan Re>Pal Indonesia, anak perusahaan dari Range International (ASX: RAN), diperdagangkan sebagai Re>Pal, untuk mengubah label plastik bekas berbahan poly propylene menjadi palet.

Dengan nota kesepahaman ini, Danone-Aqua akan memasok label plastik bekas dari fasilitas pemilahan botol bekas di Pasuruan, Indonesia, yang dioperasikan oleh mitranya. Danone diharapkan dapat memasok label plastik bekas ke Re>Pal yang kemudian akan digunakan hingga mencapai sebanyak maksimum 25% untuk palet yang mereka buat.

Re>Pal akan memastikan ketahanan dan kualitas hasil produk tersebut dan Danone selanjutnya akan terus memonitor kelayakan dari penggunaan palet Re>Pal di seluruh daerah opersionalnyanya di Indonesia.

Danone-Aqua telah menjadi pionir dalam mengimplentasikan model ekonomi sirkular selama bertahun-tahun dan kemitraan ini merupakan bagian dari komitmen Danone melalui gerakan #BijakBerplastik untuk mengatasi tantangan sampah plastik di Indonesia dengan mengumpulkan lebih banyak plastik daripada yang digunakan pada 2025.

Danone juga mempromosikan upaya kolaboratif untuk menemukan solusi yang inovatif terhadap masalah sampah plastik di Indonesia sehingga dapat mendukung tujuan pemerintah Indonesia untuk mengurangi 70% sampah plastik di lautan pada 2025.

 “Masalah sampah plastik bukanlah sesuatu yang dapat kita atasi sendiri, itulah sebabnya kami mengembangkan kemitraan inovatif dengan berbagai pemangku kepentingan di seluruh rantai operasional kami,” ujar Corine Tap, Presiden Direktur - Danone Aqua.

 “Dalam kolaborasi ini, kami akan mencari area lain di mana teknologi Re>Pal dapat membantu kami dalam mendaur ulang kemasan menjadi palet yang dapat kami gunakan pada seluruh unit bisnis kami,” tambah Corine

Terkait kerja sama ini, Stephen Bowhill, Chief Executive Officer Re>Pal menjelaskan “Kerja sama yang terjalin antara Danone-Aqua dan Re>Pal adalah sesuatu yang luar biasa. Saya senang palet kami bisa menjadi rumah bagi label plastik bekas yang digunakan Danone-Aqua.” (OL-09)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More