Jumat 13 September 2019, 15:17 WIB

Kementerian PUPR Gelar Sayembara Rancangan Ibu Kota Negara Baru

Arnoldus Dhae | Ekonomi
Kementerian PUPR Gelar Sayembara Rancangan Ibu Kota Negara Baru

MI/Valentina Chelsea
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono.

 

KEMENTERIAN Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menggelar sayembara bagi seluruh arsitek di Indonesia untuk ikut berpartisipasi dalam pembangunan Ibu kota baru di Kalimantan.

Hal tersebut disampaikan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono saat ditemui di Nusa Dua, Bali, Jumat (13/9). Sayembara itu akan terbuka untuk umum bagi seluruh arsitek Indonesia.

"Sekarang kita sudah mulai dengan sayembara desain kawasan, secara nasional. Sayembara ini terbuka untuk para arsitek, para ahli tata kota, para planolog. Saya minta harus banyak kontribusi dari anak bangsa. Saya akan wadahi melalui sayembara," ujar Basuki.

Saat ini prosesnya adalah pemilihan dan penentuan juri oleh pihak Kementerian PU. Jumlah juri akan berkisar tujuh atau sembilan orang. Para juri itu  akan menentukan, menyeleksi mana konnsep dan desain yang terbaik. Prosesnya akan dilaksanakan secara terbuka, transparan dan jauh dari hal-hal yang negatif.

"Sekarang sedang dijalankan. Baru dapat dua orang," ujar Basuki.

Salah satunya adalah para peserta lomba harus mampu menarasikan konsep tata kota yang sudah ada. Narasi itulah yang akan diambil bila sesuai dengan panduan yang sudah ada. Seluruh aspek akan dinilai sejak melakukan perencanaan.

"Saya minta para arsitek agar berpartisipasi. Ini untuk Indonesia. Ibu kota ini milik semua," kata Menteri PUPR.

Menurut menteri yang suka bermain gitar ini, apa yang sudah digambarkan dan didesain Kementerian PU menjadi  terms of reference (TOR),  panduan, dan  guideline. Dengan desain kriteria yang ditetapkan,. para peserta sayembara tinggal menarasikan secara detail dari maket ibu kota negara Indonesia.

"Dari sekian banyak yang masuk, akan dipilih tiga terbaik yang kemudian akan dipakai," jelas Basuki.

Selanjutnya, dari tiga peserta terbaik itu akan disayembarakan secara internasional. Tujuannya, agar para arsitek luar pun bisa memberikan tambahan untuk menyempurnakan desai ibu kota baru Indonesia.

Peserta luar negeri, sifatnya hanya menambah konsep yang sudah ada dan tidak mengubah desain kriteria yang sudah ada. Peserta asing sifatnya hanya menambahkan apa yang sudah ada.

Pembangunan kota dengan sistem sayembara sudah banyak dilakukan di berbagai negara di dunia. Tujuannya agar kota yang konsepnya 'Kota di Tengah Hutan' itu menjadi kota terbaik.

Dengan dasar tiga terbaik Indonesia itu kemudian disayembarakan di tingkat dunia, apakah ada yang terbaik lagi selain tiga terbaik itu. Kalau ada yang lebih baik lagi, akan dikolaborasikan dalam pembangunan dan penataan kota nanti.

"Pembangunan kota itu harus visioner, untuk 50 tahun atau 100 tahun ke depan," tutur Basuki.

Salah satu TOR yang sudah tidak bisa diganggu adalah konsep ibu kota baru sebagai ibu kota Pancasila. Presiden Jokowi juga sudah dilaporkan soal sayembara dan presiden meminta agar secepatnya direalisasikan.  (OL-09)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More