Jumat 13 September 2019, 09:50 WIB

Pemerintah Harus Tegas pada Ormas Radikal

Gol/Dhk/Iam/Ant/P-1 | Politik dan Hukum
Pemerintah Harus Tegas pada Ormas Radikal

MI/PIUS ERLANGGA
Ketua Umum Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) KH Said Aqil Siroj

 

KETUA Umum Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) KH Said Aqil Siroj meminta supaya pemerintah agar lebih tegas dalam menindak kelompok-kelompok radikal.

''Seluruh ormas Islam yang tergabung dalam LPOI serta ormas yang berkomitmen terhadap empat pilar akan mendukung aparat dalam bertindak sesuai dengan dengan konstitusi,'' ujar KH Said.

KH Said juga mengajak semua pihak, khususnya umat Islam agar mengisi kemerdekaan dengan menyebarkan Islam yang santun dan menjauhi kekerasan, memperbanyak pendidikan, dan membangun masyarakat yang menjunjung tinggi akhlakul karimah.

''Kita turut berjuang semampu kita, kita ikut bersama-sama dengan para pemangku yang lain mempertahankan NKRI, Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, UUD 1945,'' ucapnya.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Umum LPOI H Lutfy A Tamimi menyebutkan pemerintah tampak kurang tegas menindak oknum penyebar dan pelaku radikalisme.

"Pemerintah kurang tegas, sehingga terkesan membiarkan berbagai radikalisme yang ada,'' kata Lutfy.

Lutfy mengatakan bahwa radikalisme, terorisme, dan separatisme di Indonesia kian membahayakan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Menurutnya, Pemilu 2019 menjadi bukti bagaimana radikalisme berbaju agama sangat terasa. Lutfy kemudian mengajak seluruh masyarakat untuk bertindak dengan mencegah, jangan sampai terjadi adu domba yang kemudian memecah bangsa Indonesia.

"Kami juga meminta kepada pemerintah agar lebih tegas lagi dan tidak membiarkan kelompok radikal berdiam di Indonesia.''

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Suhardi Alius mengatakan bahwa di tengah majunya perkembangan teknologi informasi yang pesat, para ibu Bhayangkari memiliki peran besar untuk dapat mendidik, menjaga, dan melindungi keluarganya terutama putra-putrinya agar tidak mudah terpengaruh radikalisme, terutama yang disebarkan melalui dunia maya.

"Radikalisme ini masalah ideologi tidak hanya kepada orang biasa saja, semuanya bisa terpapar kalau kita tidak siap untuk menghadapi itu. Perempuan dan anak-anak sekarang juga sudah disentuh. Oleh sebab itu, kewaspadaan harus ditingkatkan ibu-ibu Bhayangkari ini yang punya peran besar untuk bisa menjaga dan melindungi anak-anaknya agar tidak mudah terpengaruh paham tersebut.''

Suhardi juga memaparkan mengenai pola yang dilakukan para kelompok radikal terorisme selama ini merekrut para anggotanya, termasuk melalui lingkungan pendidikan. (Gol/Dhk/Iam/Ant/P-1)

Baca Juga

MI/Fransisco Carolio Hutama Gani

Kepmendagri tidak Larang Ojek Beroperasia

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Minggu 31 Mei 2020, 20:35 WIB
Plt Sekjen Kemendagri Muhammad Hudori menjelaskan, dalam Kepmendagri, sama sekali Mendagri Tito Karnavian tidak melarang ojek...
MI/ARYA MANGGALA

NasDem : Penggantian PSN Perlu Pertimbangan Sistem Pertahanan

👤Teguh Nirwahyudi 🕔Minggu 31 Mei 2020, 17:54 WIB
KEMENTERIAN Koordinator Perekonomian mengusulkan penggantian Proyek pesawat R80 dan N245 menjadi proyek drone dalam usulan Proyek Strategis...
MI/Susanto

Ketua Komisi I Desak Pemerintah Lindungi WNI di AS

👤Antara 🕔Minggu 31 Mei 2020, 17:33 WIB
Dia meminta perwakilan pemerintah RI di AS untuk menghubungi WNI yang ada di sana secara acak untuk memastikan kondisi keamanan mereka...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya