Jumat 13 September 2019, 09:04 WIB

Peneliti UNS Kembangkan Bone Graft dari Tulang Sapi

Ferdinand | Nusantara
Peneliti UNS Kembangkan Bone Graft dari Tulang Sapi

MI/Ferdinand
Peneliti LPPM UNS, Joko Triyono.

 

PENELITI dari  Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Sebelas Maret (UNS) berhasil mengembangkan bone graft berbahan tulang sapi.

Bone graft atau disebut juga bone filler merupakan material tiruan yang digunakan untuk mengisi, menggantikan, atau memperbaiki tulang yang rusak. Hasil penelitian tersebut diharapkan dapat menggantikan material serupa yang masih diimpor dari negara lain.

"Material yang kami kembangkan ini harganya jauh lebih murah, mungkin hanya separuh dari harga bone graft impor. Saat ini satu botol bone graft dari Korea isi 5 mililiter Rp1.750.000," kata Ketua Tim peneliti, Joko Triyono, di Kota Surakarta, Jawa Tengah, Kamis (12/9).

Penelitian multidisplin ilmu itu dilakukan Joko Triyono bersama Suyatmi, dan I Dewa Nyoman Suci Anindya Murdiyantara sejak 2016. Setelah melalui proses panjang dan uji in vivo, produk yang diberi nama Se-Mar Bone Graft itu diklaim memenuhi syarat biokompabilitas.

Pengujian infifo dilakukan terhadap tikus putih dengan cara diinflankan pada paha. Subyek uji tidak memperlihatkan gejala peradangan, dan infeksi. Saat memasuki hari ke-40 di lokasi inflan terlihat mulai tumbuh tulang baru.

Hasil penelitian itu juga memperlihatkan bone graft yang dikembangkan oleh Joko Triyono dan kawan-kawan bersifat biokeramik. Material yang digunakan akan terserap oleh tubuh, sehingga tidak perlu diambil lagi.

"Dari uji mekanik, kekerasan dan kekuatan produk ini sudah masuk ring standar," imbuhnya.

Joko mengaku telah mengomunikasikan produk bone graft itu dengan pihak Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Kemenkes menyatakan tidak perlu dilakukan uji klinis karena sudah ada produk sejenis, cukup dipublikasikan di paper.

Kedepan, Joko dan kawan-kawan berharap bisa bekerja sama dengan industri, agar hasil pengembangan ini tidak terhenti di perpustakaan, paper dan jurnal.

"Kami berharap biasa dimanfaatkan oleh masyarakat. Syukur-syukur masuk e-catalog sebagai syarat produk bisa diklaimkan BPJS Kesehatan," katanya. (OL-09)

 

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More