Jumat 13 September 2019, 10:45 WIB

Bosan, Mourinho Ingin Melatih Lagi

Basuki Eka Purnama | Sepak Bola
Bosan, Mourinho Ingin Melatih Lagi

AFP/PIERRE-PHILIPPE MARCOU
Jose Mourinho

 

JOSE Mourinho yang kini berstatus pengangguran menegaskan mas aliburannya telah berakhir. Meski begitu, pelatih Portugal itu menegaskan tidak akan mengambil alih timnas atau klub di tengah musim.

Mourinho dipecat Manchester United pada Desember 2018 setelah menukangi klub Liga Primer Inggris selama dua musim.

Nama Mourinho mulai dikenal setelah sukses mengantarkan FC Porto secara mengejutkan menjadi juara Liga Champions. Dia kemudian meraih sukses bersama Chelsea, Real Madrid, Inter Milan, dan Manchester United.

Dia mendapat julukan The Special One saat menukangi Chelsea setelah dalam sebuah wawancara menyebut bahwa the Blues mencari manajer papan atas dan dirinya adalah pelatih spesial yang cocok untuk klub itu.

Baca juga: Nasib McMenemy di Ujung Tanduk

"Saya bosan, benar-benar bosan," ujar Mourinho, Kamis (12/9), ketika ditanya apakah dirinya menikmati jeda setelah selama bertahun-tahun menukangi klub sepak bola.

"Saya menghabiskan musim panas seperti penggemar sepak bola lainnya. Kini, saya mengerti perasaan mereka," imbuhnya.

Menjelang bergulirnya Piala Eropa 2020, Mourinho ditanya mengenai kemungkinan dirinya menukangi sebuah timnas.

"Mungkin 10 tahun ke depan. Saya ingin membawa sebuah timnas menjadi juara Piala Eropa atau Piala Dunia. Namun, dua tahun hanya memainkan laga kualifikasi yang jarang tidka cocok untuk saya. Saya lebih senang memimpin latihan setiap hari dan bermain dua atau tiga laga dalam satu pekan," papar Mouirnho.

Meski begitu, Mourinho juga menegaskan dirinya tidak mau menukangi klub di tengah musim dan memilih menunggu hingga musim depan.

"Saya tidak mau mengambil alih klub pada Januari. Saya akan mencari klub yang menginginkan saya sejak awal musim," pungkasnya. (AFP/OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More