Jumat 13 September 2019, 08:40 WIB

Dua Pejabat Kemenpora Diputus Bersalah

Dhk/*/X-10 | Politik dan Hukum
Dua Pejabat Kemenpora Diputus Bersalah

ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
Mantan Deputi IV Kemenpora Mulyana

 

DUA pejabat dan seorang staf di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) divonis bersalah dalam kasus suap alokasi dana hibah ke Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), kemarin.

Mantan Deputi IV Kemenpora Mulyana divonis 4 tahun 6 bulan penjara serta denda Rp200 juta subsider 2 bulan kurungan. Adapun pejabat pembuat komitmen (PPK) Kemenpora, Adhi Purnomo, dan staf Kemenpora, Eko Triyanta, divonis 4 tahun penjara dan denda Rp200 juta subsider 2 bulan kurungan.

Pembacaan vonis dilakukan dalam dua persidangan terpisah di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Ketua majelis hakim, Mochamad Arifin, saat membacakan vonis mengatakan Mulyana terbukti melanggar Pasal 12 huruf a Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

"Mengadili, menyatakan terdakwa Mulyana telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dalam dakwaan pertama," ujar Arifin.

Mulyana dinilai terbukti menerima commitment fee berupa mobil Fortuner VRZ TRD nomor polisi B 1749 ZJB, uang Rp300 juta, 1 kartu ATM dengan saldo Rp100 juta, dan 1 ponsel Samsung Galaxy Note 9 dari Sekjen KONI Ending Fuad Hamidy dan Bendahara Umum KONI Johny E Awuy.

Dalam persidangan lain, ketua majelis hakim, Rustiyono, juga menyebutkan Adhi Purnomo dan Eko Triyanta terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama.

Vonis terhadap ketiga terdakwa itu lebih rendah daripada tuntutan jaksa KPK. Sebelumnya, Mulyana dituntut 7 tahun penjara dan denda Rp200 juta subsider 3 bulan kurungan, sedangkan Adhi dan Eko dituntut 5 tahun penjara dan denda Rp200 juta subsider 3 bulan kurungan.

Dalam kasus itu Hamidy telah divonis 2 tahun 8 bulan penjara dan denda Rp100 juta subsider 2 bulan kurungan, sedangkan Awuy dihukum 1 tahun 8 bulan penjara dan denda Rp50 juta subsider 2 bulan kurungan.

Selain itu, KPK menahan asisten pribadi Menpora Imam Nahrawi, Miftahul Ulum, seusai diperiksa pada Rabu (11/9) malam.

Saat ditemui wartawan kemarin, Imam enggan berkomentar soal penahanan anak buahnya itu. Dia langsung bergegas meninggalkan wartawan seusai memimpin mediasi KPAI dengan PB Djarum terkait polemik audisi bulu tangkis. (Dhk/*/X-10)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More