Kamis 12 September 2019, 23:40 WIB

Washington Tunda Peningkatan Tarif untuk Produk Tiongkok

Washington Tunda Peningkatan Tarif untuk Produk Tiongkok

AFP
Presiden Amerika Serikat Donald Trump

 

PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump sepakat menunda peningkatan tarif terhadap produk Tiongkok senilai US$250 miliar selama dua pekan ke depan. Menurut Trump, keputusan itu diambil atas permintaan Beijing.

"Kami telah sepakat sebagai lambang niat baik untuk menunda peningkatan tarif terhadap produk bernilai US$250 miliar (sebesar 25% hingga 30%) dari 1 Oktober menjadi 15 Oktober," ungkap Trump di Twitter, kemarin.

Trump mengungkapkan penundaan itu atas permintaan Wakil Perdana Menteri Tiongkok Liu He dan didasarkan atas fakta bahwa Tiongkok akan merayakan ulang tahun ke-70 pada 1 Oktober mendatang.

Pengumuman penundaan itu diungkapkan Trump setelah Tiongkok mengatakan akan membebaskan sejumlah produk AS dari tarif baru.

Namun, produk yang dibebaskan Tiongkok itu tidak mencakup sejumlah produk pertanian yang akan menjadi pembahasan kunci dalam pertemuan tingkat tinggi antara kedua negara tersebut, misalnya kedelai dan daging babi.

Menurut Komisi Tarif Bea Cukai Dewan Negara, pengecualian oleh Tiongkok itu akan efektif berlaku pada 17 September dan berlaku selama satu tahun. Dalam daftar rilisnya, barang-barang yang dikecualikan oleh Tiongkok mencakup produk makanan laut dan obat anti-kanker. Daftar ini menandai pertama kalinya Beijing mengumumkan produk yang dikeluarkan dari tarif.

Analis Barclays dalam sebuah catatan penelitian mengungkapkan Beijing telah menyuarakan nada yang lebih konstruktif dalam beberapa minggu terakhir atas hubungan perdagangan dengan AS.

Namun, perusahaan AS di Tiongkok semakin pesimis terhadap prospek mereka. Sebuah laporan mengatakan semakin banyak perusahaan menduga pendapatan dan investasi mereka di pasar lokal menyusut. Tiga perempat perusahaan yang disurvei mengatakan mereka menentang penggunaan tarif hukuman oleh Amerika Serikat guna memaksa Tiongkok menyepakati perjanjian perdagangan.

Kamar Dagang Amerika juga menyebutkan 47% responden survei menduga investasi mereka di Tiongkok akan meningkat pada 2019, turun dari 62% tahun lalu.

Sebelumnya, Trump memulai perang dagang dengan mengeluh bahwa Tiongkok terlibat dalam praktik perdagangan yang tidak adil. Trump mengatakan perang dagang yang berkepanjangan lebih merusak Tiongkok daripada Amerika Serikat. Namun, para ahli telah memperingatkan ada tanda-tanda bahwa AS juga merasakan kesulitan dengan penciptaan lapangan pekerjaan yang melambat di industri-industri besar bulan lalu.

Negosiator perdagangan utama AS berharap perundingan dagang dimulai kembali di Washington awal bulan depan. (AFP/Uca/X-11)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More