Kamis 12 September 2019, 19:45 WIB

Tolak Pembangunan Wisata Awololong, Massa Demo DPRD Lembata

Alexander P Taum | Nusantara
Tolak Pembangunan Wisata Awololong, Massa Demo DPRD Lembata

Ilustrasi
Unjuk Rasa

 

ALIANSI Mahasiswa Rakyat Lembata (Amara) menggelar aksi demonstrasi di gedung Peten Ina DPRD Lembata, Nusa Tenggara Timur, Kamis (12/9). Massa mempertanyakan persetujuan DPRD periode 2014-2019 yang melanjutkan rencana pembangunan destinasi wisata di Pulau Siput Awulolong, Kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata.

Kehadiran para demonstran ke Gedung DPRD Lembata diterima 8 anggota DPRD Lembata. Amara dipersilakan menyampaikan aspirasi, sementara dewan sedang membentuk Alat Kelengkapan Dewan (AKD) sehingga tidak dapat berbuat banyak. Aspirasi dari Amara akan dijadikan catatan untuk disampaikan ke AKD dan diteruskan ke Bupati Lembata.

Massa sempat ditahan aparat Satpol PP dan Polres Lembata di pintu timur gedung Peten Ina. Setelah koordinator lapangan melakukan negosiasi dengan pihak Sekretariat DPRD dan aparat kepolisian, massa kemudian diterima dewan. Mereka diarahkan menuju ke ruang kerja Ketua Sementara DPRD Lembata Abubakar Sulang.

Saat tiba di ruangan sekretariat Ketua Dewan, massa aksi keberatan jika harus berdialog di ruang Ketua Dewan. Mereka menginginkan agar diterima dan berdialog di ruang sidang utama Dewan. Mereka beralasan, hanya di ruang sidang saja dewan memiliki hak imun dan aspirasi dapat disampaikan.

Namun setelah dilakukan negosiasi dan dijelaskan bahwa aspirasi dapat disampaikan dan diterima dewan di ruang mana pun, massa akhirnya mau masuk dan berdialog dengan pimpinan dan anggota dewan.

Baca juga: Polres Lembata Kumpulkan Tokoh Lintas Agama

Di hadapan massa aksi, Ketua Sementara DPRD Lembata Abubakar Sulang mengatakan atas nama lembaga dan pribadi menyampaikan terima kasih
karena massa mau berdialog terkait membangun pemikiran bersama dalam menjalankan pembangunan dengan tidak mengorbankan mayarakat dan tetap menjunjung tinggi aturan.

"Sebagai pimpinan sementara saya menyampaikan permohonan maaf karena yang hadir hanya delapan orang karena ada agenda penting dan ada sejumlah dewan yang bertugas sampai tadi malam di Pansus sehingga belum sempat hadir. Ada pula yang menerima jemaah haji sehingga pada saat ini hanya hadir sejumlah anggota tapi menjadi satu kesatuan dalam lingkup kelembagaan," katanya.

Anggota Dewan dari PDIP Gabriel Raring menyampaikan terima kasih kepada kelopok massa Amara karena walau baru 11 hari dilantik namun  disapa rakyat dengan cara aksi massa.

"Masa ini masa peralihan periode lalu dan yang baru dilantik. Amanat tata aturan PP 12 2018, hanya ada empat tugas di bawah pimpinan sementara. Pertama pandu rapat, fasilitasi pembuatan tatib, memproses pimpinan definitif dan melengkapi alat kelengkapan Dewan. Jadi sangat terbatas tugas dan fungsi di masa transisi. Jadi pascadilantik fokus pada empat tugas sesuai amanat PP 12," ungkap Gabriel.

Ia menjawab pertanyaan forum kenapa dewan setuju, menurut Raring, tak bisa dijawab karena persetujuan itu dibuat pada periode lalu. Dinamika seperti apa waktu itu dokumen pembahasan dengan pemerintah kala itu belum dimiliki.

"Sedangkan pertanyaan kenapa dewan banyak yang tidak hadir, masih Pansus, Pak Wakil Ketua sementara bertemu pimpinan partai untuk urusan pimpinan definitif dan ada anggota yang tadi pagi datang lalu sudah pulang dan hanya delapan yang hadir saat ini," kata Raring.

Sementara itu, Koordinator Umum Aksi Amara, Askar Ratuloli, mengatakan, Amara terdiri atas aliansi dari mahasiswa Makassar dan Kupang bersama masyarakat nelayan Lembata. Kehadiran Amara untuk mempertanyakan landasan apa yang digunakan Dewan memberikan persetujuan untuk melanjutkan pembangunan di Awulolong di tengah konflik.

"Hari ini datang dengan hanya diterima delapan orang anggota padahal baru beberapa hari lalu dilantik," tegas Ratuloli.

Pada kesempatan itu, ia meminta kepada Dewan untuk memberikan dokumen persetujuan yang dilakukan Dewan periode lalu dan meminta pimpinan Dewan membeberkan nama 18 anggota Dewan dan dari fraksi mana saja yang menyetujui kelanjutan pembangunan di Awulolong.

Aksi demonstrasi yang diwarnai orasi dan dialog itu dikawal ketat oleh satu pleton anggota Polisi dari Mapolres Lembata dan anggota Satpol PP
Lembata serta sebuah mobil watercanon.(OL-5)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More