Kamis 12 September 2019, 18:26 WIB

Putra Sulung Kenang Habibie sebagai Sosok tak Kenal Lelah

Nur Aivanni | Politik dan Hukum
Putra Sulung Kenang Habibie sebagai Sosok tak Kenal Lelah

AFP
Putra Sulung BJ Habibie, Ilham Akbar Habibie (tengah), menerima kehadiran Presiden Joko Widodo saat melayat

 

PUTRA sulung BJ Habibie, Ilham Akbar Habibie, mengajak seluruh masyarakat Indonesia belajar dari sosok Habibie yang tidak kenal lelah untuk mencapai satu tujuan.

Semasa hidupnya, kata dia, meski usia Presiden Ketiga Indonesia itu sudah lanjut, namun tetap bersedia memberikan masukan dan nasihat yang dibutuhkan.

"Bapak tidak pernah menyerah, tidak kenal lelah untuk mencapai tujuan," kata Ilham saat memberikan sambutan dari pihak keluarga dalam acara pemakaman sang ayah BJ Habibie di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta, Kamis (12/9).

Sosok guru bangsa tersebut, lanjut Ilham, tidak pernah berhenti belajar. Menurutnya, selalu ada hal-hal baru yang harus dimengerti mulai dari tantangan hingga solusi dan kemungkinan mencari hal yang lebih baik.

"Sikap bapak terbuka kepada semuanya, merangkul semua pihak, tidak membedakan antarpihak, kita selalu mencoba melihat yang baik kepada siapapun dan me-manage yang kurang baik," ucapnya.

Baca juga: Pengamat: BJ Habibie Pemimpin Reformasi yang Sukses

Habibie, tegasnya, memiliki jejak dan wasiat tidak hanya di Indonesia tetapi juga di negara lain, seperti Jerman, Amerika, Inggris, Jepang, Tiongkok, Prancis, Turki dan negara lainnya.

"Mari kita juga belajar dari semangatnya, semangat tidak kenal lelah. Meskipun sudah mau wafat, Bapak panggil keluarga untuk minta kita bagaimana pun, dalam situasi apapun, bersatu. Persatuan ini saya kira bisa diterapkan di Indonesia, keluarga Indonesia," ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, Ilham mengutarakan rasa kehilangan Habibie sebagai sosok sahabat, panutan, negarawan, inspirator dan idola. Jelang wafat, tuturnya, Habibie dikelilingi oleh orang-orang yang mencintainya mulai dari keluarga, sahabat, teman seperjuangan dan teman pada umumnya.

"Semua berdoa untuk bapak," imbuhnya.

Rasa cinta, tutur Ilham, mempunyai makna yang besar dalam hidup seorang Habibie. Hidup Habibie adalah perjuangan untuk kebaikan. Salah satu perjuangan yang dimaksud adalah untuk mengadakan teknologi dan industri di Indonesia demi kemajuan bangsa dan negara.

"Bapak pula perjuangkan Islam dan demokrasi di Indonesia supaya ditunjukkan kepada dunia bahwa keduanya kompatibel," kenangnya.

Dari kacamata keluarga, Habibie mengajarkan makna cinta yang sesungguhnya. Cinta yang dimaksud adalah cinta sepasang suami-istri, cinta kepada sanak saudara, cinta kepada pekerjaan, cinta kepada negara dan bangsa, cinta kepada dunia dan cinta seluas-luasnya.

"Itu lah Pak Habibie. Namanya adalah Habibie yang mencintai, dicintai," tambahnya.

Ia pun mengenang bisa bersatu bersama sang istri, Ainun Habibie, adalah hal yang didambakan Habibie.

"Mereka sekarang bisa bersatu, bersatu dalam akhirat, sesuatu hal yang didamba-dambakan oleh Bapak semenjak Ibu wafat. Bayangkan, Bapak tiap hari tahlilan, setiap Jumat atau lebih ke makam untuk berdoa, begitu setia Bapak dengan Ibu sampai wafat dan sekarang pun dikuburkan di sebelah Ibu," tandasnya.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More