Kamis 12 September 2019, 17:00 WIB

Warga Berswafoto di Pusara Habibie

Atikah Ishmah Winahyu | Politik dan Hukum
Warga Berswafoto di Pusara Habibie

MI/Atikah Ishmah Winahyu
Warga berusaha melakukan swafoto di makam Presiden ke-3 RI BJ Habibie

 

PROSESI pemakaman Presiden ke-3 RI BJ Habibie tidak hanya dihadiri tokoh-tokoh penting. Ratusan bahkan ribuan warga antusias datang ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata untuk mengantarkan BJ Habibie ke tempat peristirahatan terakhirnya.

Menurut pantauan Media Indonesia, warga masih terus berdatangan ke makam BJ Habibie hingga pukul 16.30 WIB. Suasana di sekitar makam suami (almh) Hasri Ainun Besari pun masih dipenuhi warga yang ingin berziarah. Beberapa di antaranya tampak berfoto secara bergantian di sisi pusara Habibie.

Sesekali terdengar teriakan petugas makam yang meminta para pengunjung untuk sedikit menjauh dari makam karena tanah masih basah.

"Mundur bu, mundur! Jangan berebutan. Gantian ya bu, yang sudah silakan keluar," teriak petugas makam.

Sebelumnya, saat upacara pemakaman belum dimulai, sejumlah warga sudah berdiri di sepanjang bahu jalan menuju TMP Kalibata untuk menyambut iring-iringan pengantar jenazah yang akan lewat. Sedangkan di depan komplek makam, warga dari berbagai daerah yang tidak dapat memasuki area makam berkumpul menunggu hingga upacara selesai.

Saat rombongan mobil yang membawa jenazah BJ Habibie tiba sekitar pukul 13.30 WIB, warga di luar makam pun menyambut dengan melafalkan Laa Ilaha Ilallah.

Suasana di depan pintu masuk TMP Kalibata sempat memanas akibat aksi dorong-dorongan warga dengan petugas.

Baca juga: Menag Mengantar Pemakaman BJ Habibie dengan Doa

Setelah upacara pemakaman usai sekitar pukul 14.45 WIB, warga yang semula menunggu di luar komplek, akhirnya diizinkan masuk. Mereka berbondong-bondong memasuki area TMP Kalibata untuk melihat secara langsung makam pria yang dijuluki Mr. Crack tersebut.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More