Kamis 12 September 2019, 16:56 WIB

Presiden Jokowi: Selamat Jalan Mr Crack

Nur Aivanni | Politik dan Hukum
Presiden Jokowi: Selamat Jalan Mr Crack

MI/Ramdani
Inspektur Upacara pemakaman mantan Presiden BJ Habibie, Presiden Joko Widodo, memasukkan tanah ke makam di TMP Kalibata, Kamis (12/9/2019).

 

PRESIDEN Joko Widodo memimpin upacara pemakaman Presiden Ketiga Indonesia BJ Habibie. Dalam sambutannya, Jokowi menyampaikan rasa duka yang mendalam atas meninggalnya Habibie.

Jokowi menilai Habibie sebagai sosok negarawan sejati, inspirator, dan ilmuwan yang meyakini tanpa cinta, kecerdasan itu berbahaya.

"Beliau adalah suri tauladan bagi seluruh anak bangsa. Indonesia telah kehilangan salah satu putra terbaiknya," kata Jokowi di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta, Kamis (12/9).

Ia mengenang sosok Habibie yang lahir di Parepare, Sulawesi Selatan, sebagai tokoh yang visioner sejak muda. Di masa itu, kata Jokowi, Habibie tidak hanya berpikir mengenai diri sendiri, tetapi sudah memikirkan bangsa Indonesia.

"Almarhum tidak hanya berpikir apa yang terjadi di Indonesia saat ini, tidak hanya berpikir tentang apa yang terjadi pada Indonesia untuk satu atau dua tahun mendatang, tapi almarhum sudah berpikir dan bekerja untuk membangun Indonesia untuk 50-100 tahun ke depan untuk Indonesia bisa lepas landas menjadi Indonesia maju," tuturnya.

Baca juga: Prioritas DPR, Selesaikan Revisi UU MD3

Visi yang dipegang oleh Habibie, terang Jokowi, telah lahir industri-industri strategis di Indonesia dari dedikasinya yang berbasis riset dan teknologi. "Kita juga tidak akan pernah lupa, jasa beliau ketika menjadi Presiden. Almarhum dengan cepat telah meletakkan serta menguatkan fondasi demokrasi Indonesia yang kita semua turut nikmati sekarang ini," ucapnya.

Habibie, lanjut Jokowi, tanpa kenal lelah terus mengingatkan seluruh masyarakat Indonesia untuk menjadi manusia-manusia terbaik bagi Indonesia dan selalu berhati Indonesia. Juga, tambahnya, Habibie terus mengingatkan pentingnya sumber daya manusia untuk diisi dan dikuatkan dengan agama, ilmu pengetahuan dan kebudayaan.

Dia mengajak seluruh masyarakat untuk mengucapkan terima kasih dan memberi penghormatan yang tinggi atas darma bhakti almarhum kepada bangsa dan negara. Tak lupa, ia mengajak masyarakat untuk mendoakan almarhum agar diterima dan diberikan tempat yang terbaik di sisi Allah SWT dan khusnul khatimah.

"Selamat jalan Mister Crack. Selamat jalan sang pionir. Kami akan selalu ingat pesanmu, jangan terlalu banyak diskusi, jangan cengeng, tapi terjunkan diri ke proses nilai tambah secara konsisten. Pasti Indonesia akan terkemuka di Asia Tenggara dan dunia," tandasnya.

Di lingkungan ahli aeronatika, aerospace, industri pesawat, dan ilmuwan internasional, Habibie dijuluki Mr Crack. Julukan itu merupakan penghormatan para ahli atas temuannya yang dapat menghitung keretakan (crack propagation on random) sampai ke atom, penyebab keretakan di badan, terutama sayap pesawat.   

Teori itu muncul dari tantangan Departemen Pertahanan Jerman untuk mencari tahu penyebab kejatuhan sejumlah pesawat, mulai dari Fokker 28 sampai Starfighter F-104 G.

Mendiang yang saat itu bekerja di perusahaan penerbangan Hamburger Flugzeugbau (HFB) berhasil menemukan penyebabnya. Dari sini, lahirlah Teori Habibie, Faktor Habibie, dan Prediksi Habibie yang sangat populer di kalangan ilmuwan dan industri penerbangan.

Rumusan Habibie tersebut dapat ditemui pada sejumlah jilid Advisory Group for Aerospace Research and Development (AGARD) sebagai buku pegangan tentang prinsip-prinsip ilmu desain pesawat terbang standar NATO. (X-15)
 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More