Kamis 12 September 2019, 16:25 WIB

Tujuh Kutipan Inspiratif Habibie Sang Negarawan

Galih Agus Saputra | Weekend
Tujuh Kutipan Inspiratif Habibie Sang Negarawan

Antara
Presiden ketiga RI, BJ Habibie, menyapa wartawan saat menghadiri Sidang Bersama DPR dan DPD RI dalam rangka HUT Kemerdekaan ke-69 RI.

MANUSIA dengan pengalaman hidup yang paripurna. Begitulah sosok almarhum Presiden RI Ke-3, B.J. Habibie. Ia bukan saja teknokrat tingkat dunia, melainkan juga negarawan yang demokratis, kepala keluarga yang romantis, serta muslim yang religius.

Dengan perjalanan yang kaya selama 83 tahun hidupnya itu, Habibie pun menjadi guru dan sumber inspirasi untuk banyak hal. Sebagai pribadi yang ramah dan bahkan juga humoris, Habibie juga tidak segan berbagi pemikiran dan masukan di berbagai kesempatan. Berikut tujuh kutipan inspiratif Habibie:


1. Iptek dan Kebudayaan

“Kita mesti kuasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Harus berpendidikan dan juga harus berbudaya”

Kata-kata itu disampaikan Presiden Habibie saat merayakan hari ulang tahunnya yang ke-83, pada Selasa, 25 Juni 2019. Pada hari istimewanya itu, Habibie memilih merayakan hari ulang tahun dengan menyampaikan orasi ilmiah di Kampus Universitas Indonesia, Depok. Dalam orasinya, ia menyampaikan betapa pentingnya Ilmu Pengetahuan, Teknologi, Pendidikan, dan Kebudayaan.


2. Sumber Daya Manusia

“Sebagai output-nya kita harus menjadi ujung tombak untuk memgembangkan sumber daya manusia yang berkualitas”

Kutipan di atas juga diambil dari perayaan ulang tahun Habibie ke-83. Kala itu, ia turut menjelaskan tiga karakter utama yang harus dikedepankan dalam rangka membangun sumber daya manusia (SDM) Indonesia. Ketiganya adalah kebudayaan, agama, dan pendidikan (KAP).


3. Kebebasan Berekspresi

"Sekarang itu anak muda adalah masa depan Indonesia. Saya samakan seperti mata air, mata air itu bagaimana pemikiran dan tingkah lakunya"

Perkataan itu ditegaskan Habibie dalam sambutannya di acara silaturahim dan sarasehan bersama tokoh masyarakat dan sesepuh bangsa di kediamannya, Jakarta, pada Rabu 1 Mei 2019. Dalam acara yang dihadiri tokoh seperti Mahfud MD, Dahlan Iskan, Romo Magnis Suseno, Quraish Shihab, Sinta Nuriyah dan beberapa tokoh lainnya itu, Habibie mengatakan bahwa kebebasan berkekspresi generasi muda di Indonesia layaknya sumber mata air yang mengalir.


4. Sumber Daya Alam Terbarukan

“Ketika negara-negara tidak lagi tergantung sepenuhnya pada sumber daya alam yang memang sangat terbatas, pengembangan energi terbarukan menjadi pilihan, dan itu yang menjadi masa depan suatu negara”

Kutipan tersebut diambil dari sambutan Habibie saat bertatap muka dengan peserta Program Pendidikan Singkat Angkatan (PPSA) Angkatan 21 Lemhannas RI, di Perpustakaan Ainun-Habibie, Kuningan, Jakarta, pada 29 September 2017. Dalam kesempatan tersebut, Habibie menjelaskan bahwa aspek pengembangan iptek dapat dicapai melalui pengembangan industri strategis dan terobosan energi terbarukan.


5. Kerja

“Kita jangan bermimpi tapi harus bercita-cita dan bekerja. Kalau mimpi itu ketika kita terbangun, bisa terkaget-kaget karena hanya sekadar mimpi dan tidak mendapat apa-apa. Kalau cita-cita, kita terbangun dan bekerja lalu mendapat hasil"

Hal itu disampaikan Habibie untuk menyambut peringatan Hari Anak Nasional (HAN), pada 23 Juli 2018. Perkataan itu sendiri ia sampaikan di Habibie Center, pada 17 Juli 2018, sebagai pesan kepada seluruh anak Indonesia agar segala mimpi turut diimbangi dengan cita-cita dan kemauan untuk bekerja keras.


6. Gizi dan kesehatan

“Bangsa yang maju adalah yang bisa melahirkan anak bangsa yang sehat dan cerdas. Untuk itu, mari bersama-sama kita peduli akan nasib bangsa kita ke depan. Ini bisa di mulai dengan memperbaiki gizi dan kesehatan anak bangsa, karena setiap anak Indonesia harus memiliki akses terhadap kemajuan untuk dapat mewujudkan impian mereka dan ikut memajukan bangsa Indonesia”

Kutipan itu diambil dari pesan Habibie yang mengingatkan betapa pentingnya penerapan pola makan sehat agar anak tumbuh sehat dan cerdas. Perkataan itu sendiri ia sampaikan saat menerima kunjungan sejumlah anak, di kediamannya, pada pertengahan Juli 2018.


7. Intelegensia

"Robot tetap tidak akan bisa menggantikan manusia yang memiliki otak yang diciptakan Tuhan"

Kata-kata itu dikutip dari perkataan Habibie pasca memberikan pidato kunci, dalam pembukaan kegiatan ilmiah bertema 'Riset, Inovasi Menuju Ekonomi Era Industri 4.0' dalam rangka Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) di Pekanbaru, Riau, 9 Agustus 2018. Dalam pidatonya, Habibie juga menjelaskan, meskipun teknologi terus berkembang dan dunia telah memasuki era industri 4.0, namun tetap ada yang jauh lebih penting dari kehidupan manusia yaitu akal dan budi pekerti. (M-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More