Kamis 12 September 2019, 15:30 WIB

Pengamat: BJ Habibie Pemimpin Reformasi yang Sukses

mediaindonesia.com | Politik dan Hukum
Pengamat: BJ Habibie Pemimpin Reformasi yang Sukses

MI/M. Irfan
Pengamat Politik Maksimus Ramses Lalongkoe

 

PENGAMAT Politik Maksimus Ramses Lalongkoe mengatakan kepergian Presiden ke-3 RI, BJ Habibie, meninggalkan duka mendalam bagi semua masyarakat Indonesia. Sebab dalam diri almarhum Habibie, ada begitu banyak inspirasi yang bisa menjadi teladan bagi rakyat Indonesia.

"Kepergian Pak BJ Habibie ini telah meninggalkan duka yang sangat mendalam bagi semua masyarakat Indonesia. Hal ini tidak bisa kita ingkari karena dalam diri pak Habibi ada begitu banyak hal inspirasi yang tentunya bisa jadi teladan bagi rakyat Indonesia," kata Ramses kepada wartawan di Jakarta, Kamis (12/9).

Menurut Direktur Eksekutif Lembaga Analisis Politik Indonesia (L-API) ini, BJ Habibie merupakan tokoh penting dan sentral pascamundurnya Presiden Soeharto tahun 1998 silam, akibat desakan mahasiswa dan aktivis yang menghendaki reformasi.

BJ Habibie dikatakan tokoh penting saat itu sebab melalui kepemimpinannya yang tidak berlangsung lama, sejumlah keputusan strategis dapat dilakukan di tengah situasi krisis yang melanda bangsa.

Baca juga: Penghormatan Terakhir Untuk BJ Habibie Dari Pedalaman Aceh

Berbagai keputusan penting dan strategis, lanjut Ramses, seperti lahirnya Undang-Undang Pers tahun 1999, munculnya bermacam-macam partai politik, berhasil menyatukan elite politik di tengah dinamika politik yang panas dan mampu menurunkan gejolak rupiah.

"Pak Habibie itu tokoh penting dan sentral pascalengsernya Soeharto tahun 1998 silam. Karena melalui kepemimpinannya yang meski tak lama, sejumlah keputusan strategis dapat dilakukan Habibie di tengah situasi bangsa dilanda krisis. Seperti keputusan penting dan strategis lahirnya Undang-Undang Pers tahun 1999, munculnya bermacam-macam partai politik, berhasil menyatukan elite politik di tengah dinamika politik yang panas, dan mampu menurunkan gejolak rupiah saat itu," ujar Ramses.

Lebih lanjut Ramses menjelaskan, bila tongkat kepemimpinan pasca-Soeharto lengser dimandatkan kepada tokoh yang salah maka peluang terjadinya kekacauan di Indonesia semakin besar dan belum tentu dapat dikendalikan apalagi masih ada faksi-faksi di antara elite politik.

"Kalau saat itu tongkat kepemimpinan pascalengsernya Soeharto dimandatkan kepada tokoh yang salah maka peluang terjadinya kekacauan di Indonesia semakin besar dan belum tentu kondisi demikian dapat dikendalikan apalagi masih ada faksi-faksi diantara elite politik. Sehingga tak berlebihan bila pak Habibi tokoh reformasi yang sukses menjalankan mandat rakyat," pungkasnya.(RO/OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More