Kamis 12 September 2019, 15:09 WIB

Keluarga Erwin Yudha Mendapat Bantuan Rumah

Benny Bastiandy | Nusantara
Keluarga Erwin Yudha Mendapat Bantuan Rumah

MI/Benny Bastiandy
Kapolda Jabar Irjen Rudy Sufahriadi bersama istri secara simbolis menyerahkan kunci rumah kepada istri alm Ipda Erwin Yudha, Kamis (12/9).

 

KELUARGA almarhum Inspektur Dua Erwin Yudha Wildani, anggota Polres Cianjur, yang meninggal dunia akibat mengalami luka bakar saat pengamanan demo berujung rusuh beberapa waktu lalu, mendapat bantuan perumahan.

Penyerahan kunci rumah dilakukan Kapolda Jabar Inspektur Jenderal Rudy Sufahriadi yang diserahkan langsung kepada istri mendiang, Sukarni, 46, dan kedua anak almarhum, Erik Yudha Saputra, 20, dan Adinda Wulandari, 18, di Perumahan Bumi Catur Siwi di Kampung Karangtengah, Desa Nagrak, Kecamatan/Kabupaten Cianjur, Kamis (12/9).

"Alhamdulillah, hari ini kita menyerahkan rumah kepada keluarga almarhum," kata Kapolda.

Menurut Kapolda, bantuan perumahan tersebut sebetulnya tidak sebanding dengan pengorbanan, jasa, dan pengabdian almarhum sebagai anggota Polri. Namun, kata Kapolda, bantuan tersebut sebagai bentuk silaturahmi antara Polri dan keluarga almarhum.

"Semoga ini jadi berkah buat semuanya. Kita juga mengingatkan ini peristiwa terakhir," tutur dia.

Almarhum Ipda Erwin Yudha Wildani meninggal dunia di Rumah Sakit Pusat Pertamina pada Senin (26/8) sekitar pukul 01.30 WIB. Pada unjuk rasa mahasiswa tergabung dalam OKP Cipayung Plus yang berakhir ricuh di ruas Jalan Siliwangi di depan pintu gerbang komplek Pemkab Cianjur, tubuh almarhum yang merupakan Bhabinkamtibmas di Kelurahan Bojongherang itu dan tiga anggota Polres Cianjur lainnya terbakar.

Hanya beberapa jam ditangani di RSUD Sayang Cianjur, almarhum harus dirujuk ke rumah sakit di Jakarta karena luka bakar yang dideritanya sekitar 80%. Sedangkan tiga anggota Polres Cianjur lainnya yang merupakan personel Satuan Sabhara dirujuk ke RS Sartika Asih, Bandung.

Hampir 11 hari mendapat perawatan dan penanganan intensif, almarhum menghembuskan nafas terakhirnya. Kapolri Jenderal Tito Karnavian pun memberikan penghargaan berupa kenaikan pangkat luar biasa satu tingkat bagi almarhum dan tiga anggota Polres Cianjur yang menjadi korban pada insiden tersebut.

"Selain bantuan rumah, pak Bupati juga menyampaikan, anak almarhum yang paling besar dipekerjakan di salah satu instansi di Pemkab Cianjur. Anak perempuannya akan diberi bea siswa sampai kuliahnya selesai. Alhamdulillah," tuturnya.

Kepolisian sudah menetapkan lima oknum mahasiswa sebagai tersangka pada insiden aksi demo mahasiswa berakhir ricuh. Hingga saat ini kelimanya masih diperiksa intensif.

"Akan dihukum sesuai aturan berlaku. Sedang diperiksa lagi. Tersangka masih tetap itu, lima orang," tutur dia.

Selain Ipda Erwin Yudha Wildani, terdapat tiga anggota Polres Cianjur yang juga mengalami luka bakar pada insiden demo berakhir rusuh. Mereka adalah Bripda Aris Simbolon, Bripda Yudi Muslim, dan Bripda Anif Endaryanto Pratama. Ketiganya merupakan anggota Satuan Sabhara Polres Cianjur.

Mereka sempat mendapatkan perawatan di RS Hasan Sadikin Bandung. Kemudian dipindahkan ke RS Sartika Asih Bandung. Kondisi mereka saat ini sudah membaik.

"Anggota (Polri) yang dirawat di RS Hasan Sadikin kemudian dipindahkan ke RS Sartika Asih, sudah kembali ke rumah mereka masing-masing. Tapi akan tetap dikontrol di Bandung," pungkasnya.

Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman, mengatakan sebagai penghargaan terhadap jasa almarhum Ipda Erwin Yudha Wildani, Pemkab Cianjur memberikan beasiswa pendidikan untuk anak kedua almarhum. Sedangkan untuk anak pertama almarhum, akan ditarik menjadi pegawai di salah satu perangkat daerah di Pemkab Cianjur.

baca juga: Wakapolri Pantau Karhutla Kalsel

"Insya Allah nanti untuk anak pertama almarhum akan bekerja di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Mudah-mudahan bantuan ini bisa bermanfaat bagi keluarga almarhum," tegas Herman.

Pada kesempatan itu juga, ahli waris almarhum Ipda Ewrin Yudha Wildani mendapat santunan asuransi dari Asabri sebesar Rp471 juta lebih. (OL-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More