Kamis 12 September 2019, 10:32 WIB

Armada Lion Air Larang Bawa Laptop MacBook Pro dalam Pesawat

Atalya Puspa | Ekonomi
Armada Lion Air Larang Bawa Laptop MacBook Pro dalam Pesawat

AFP/Justin Sullivan
Laptop MacBook Pro dipamerkan di Toko Apple, Corte Madera, California, AS.

 

TIGA armada lion air group, Lion Air yakni (kode penerbangan JT) Wings Air (kode penerbangan IW), Batik Air (kode penerbangan ID) melarang penumpang untuk membawa MacBook Pro MacBook Pro (Retina 15-Inchi) produksi 2015 yang dipasarkan periode September 2015 sampai Februari 2017sebagai bagasi tercatat terdaftar (checked baggage) dan kargo.

Hal tersebut tertulis dalam keterangan resmi Lion Air Group. Adapun, Corporate Communications Strategic Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro menuturkan, hal tersebut dilakukan dalam rangka mengedepankan keselamatan penumpang selama perjalanan.

"Jika dibawa sebagai bagasi kabin, Lion Air Group mengharuskan tamu atau penumpang untuk tetap mematikan selama penerbangan termasuk tidak dalam keadaan sleep mode dan tidak mengisi ulang baterai selama dalam penerbangan" kata Danang dalam keterangan resmi, Rabu (11/9).

Kebijakan tersebut berdasarkan aturan yang dirilis oleh Kementerian Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (DGCA),  Federal Aviation Administration (FAA) atau Federasi Penerbangan Federal AS, European Union Aviation Safety Agency (EASA) serta regulasi dari IATA Dangerous Goods Regulations (Special Provisions A154) mengenai larangan membawa MacBook Pro (Retina 15-Inch).

Peraturan tersebut dibuat karena ditemukan permasalahan pada baterai laptop di produk Apple tersebut yang berpotensi menimbulkan gangguan (hazard)  terhadap faktor keselamatan perjalanan udara.

Keterangan terperinci yang mencakup spesifikasi produk MacBook Pro 15 Inc yang di-recall (ditarik kembali), dipersilakan untuk akses https://support.apple.com/en-sg/15-inch-macbook-pro-battery-recall .

 "Lion Air Group akan berkoordinasi bersama pihak terkait hingga pemberitahuan lebih lanjut," tutup Danang. (OL-09)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More