Kamis 12 September 2019, 09:35 WIB

Perusahaan Asuransi Pangkas Agen tidak Aktif

*/Ant/E-3 | Ekonomi
Perusahaan Asuransi Pangkas Agen tidak Aktif

ANTARA
Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), Budi Tampubolon

 

JUMLAH agen asuransi berlisensi menurun pada kuartal kedua 2019 jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Namun, penurunan ini tidak memengaruhi akuisisi nasabah yang justru meningkat 11,9%.

Pada kuartal kedua 2018, jumlah tenaga pemasar asuransi jiwa mencapai 603.605 orang dan saat ini jumlahnya menurun 0,9% menjadi 598.029 orang.

Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), Budi Tampubolon, di Jakarta, mengatakan tahun ini banyak perusahaan asuransi jiwa mengurangi agen yang tidak aktif dan lebih mengutamakan kualitas para tenaga pemasar asuransi jiwa. "Banyak perusahaan melakukan terminasi untuk meningkatkan kualitas agen," kata Budi, kemarin.

Berbeda dengan agen, tenaga pemasar berlisensi di bancassurance atau perbankan bekerja sama dengan perusahaan asuransi meningkat 2,2% menjadi 29.742 orang. Begitu juga dengan tenaga pemasar berlisensi dari saluran alternatif naik 0,4% menjadi 25.253 orang.

Sementara itu, jumlah pemegang polis atau tertanggung yang menjadi nasabah industri asuransi jiwa pada kuartal kedua 2019 meningkat 11,9% menjadi 59,5 juta orang.

Budi menjelaskan, pada kuartal II tahun 2019 ini pihaknya mencatat total pendapatan, total klaim dan manfaat yang dibayarkan, serta jumlah agen berlisensi yang mengalami pertumbuhan. Sementara itu, total premi tercatat mengalami perlambatan.

"Kuartal kedua ini, pendapatan premi mengalami perlambatan 3,6% atau sebesar Rp90,24 triliun jika dibandingkan dengan tahun 2018 sebesar Rp93,58 triliun. Kontribusi terhadap total pendapatan keseluruhan sebesar 76,3%," tuturnya.

Ketua Bidang Operasional dan Perlindungan Konsumen AAJI Freddy Thamrin menambahkan peningkatan jumlah nasabah itu didorong peningkatan nasabah kumpulan sebesar 16,1% menjadi 41,6 juta dan perorangan naik 3,2% menjadi 17,9 juta orang. "Kenaikan jumlah tertanggung khususnya perorangan menunjukkan kesadaran masyarakat atas pentingnya asuransi jiwa semakin tinggi," katanya.

AAJI mencatat penetrasi asuransi jiwa pada kuartal kedua tahun ini mencapai 6,7% jika mencermati jumlah tertanggung perorangan terhadap jumlah penduduk di Indonesia. (*/Ant/E-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More