Kamis 12 September 2019, 07:53 WIB

8 Warga Negara Nigeria Diamankan di Pangandaran

Kristiadi | Nusantara
8 Warga Negara Nigeria Diamankan di Pangandaran

MI/Kristiadi
Delapan WNA dari Nigeria diamankan di Kantor Imigrasi Tasikmalaya.

 

TIM Pengawasan Orang Asing (Timpora) Kantor Imigrasi Kelas II Non Tempat Pemeriksaan Indonesia Tasikmalaya, mengamankan delapan orang Warga Negara Asing asal Nigeria. Kedelapan WNA ini adalah  Ezeachie Ndubkeze, Akabueze Ugochukw Fidhis, Nwechukwu Tochukwu Daniel, Nolisa Jackson, Ekwugholu Fouster, Aladi Ignatius Chi Gozie, Okoye Prince dan John.

Kedelapan warga asing tersebut diamankan di tiga rumah lokasi berbeda antara lain di Jalan Raya Sidomulih, Perumahan Graha Artha Blok A5 RT 02 RW 09, Kampung Pejaten, Desa Pejaten, Kecamatan Sidomulih, RT 02 RW 11 RT 03 dan di Kampung Kamurang, RT 03 RW 010, Desa Babakan, Kecamatan Pangandaran.

"Sesuai keterangan dan hasil investigasi yang dilakukannya, kedelapan WNA berasal dari Nigeria tersebut tidak bisa menunjukkan dokumen paspor kenegaraan maupun visa kunjungan. Kami menduga mereka mencari pekerjaan di objek wisata Kabupaten Pangandaran hingga sewa rumah berada di tiga lokasi berbeda. Saat dilakukan penangkapan mereka tidak melawan," kata Kepala Seksi Intelejen dan Penindakan (Intel Dakim)  Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Tasikmalaya, Agus Tinus Wahyudin, Kamis (12/9).

Agus mengatakan tim pengawasan orang asing telah menerima laporan dari masyarakat yang curiga terhadap kehadiran orang asing yang tinggal di permukiman warga.

Sebelumnya BNN Kabupaten Ciamis telah memeriksa delapan WNA itu namun hasilnya negatif. Dari hasil penyelidikan, kedelapan WNA ini sudah tinggal tiga bulan di Kabupaten Pangandaran.

baca juga: Festival Lamaholot Dijadikan Ajang Kampanye Diet Plastik

"Saat ini kami sedang menggali informasi para saksi, termausk pemilik rumah. Pemeriksaan tetap dilakukan di kantor imigrasi Tasikmalaya meski kejadian perkara di Kabupaten Pangandaran," pungkasnya. (OL-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More