Kamis 12 September 2019, 09:25 WIB

Ganjil-Genap Lalu Lintas Lancar

*/Put/J-1 | Megapolitan
Ganjil-Genap Lalu Lintas Lancar

ANTARA FOTO/Galih Pradipta
Petugas kepolisian mengatur lalulintas saat hari pertama penindakan sistem ganjil-genap di kawasan Matraman, Jakarta, Senin (9/9/2019).

 

PERLUASAN sistem ganjil-genap memberikan dampak positif bagi kelancaran lalu lintas. Hal itu diungkapkan petugas lalu lintas yang sehari-hari bertugas di lapangan.

Pantauan Media Indonesia di Jalan Tomang Raya, Jakarta Barat, kemarin pukul 08.30 WIB. Kondisi lalu lintas di Jalan Tomang Raya hingga Jl Suryopranoto maupun sebaliknya berjalan lancar. "Kalau lalu lintas di wilayah Tomang, lihat sendiri nih, sudah le-ngang, enggak ada kema-cetan. Biasanya jam segini sudah padat," papar Bripka Doel yang bertugas di kawasan Tomang, Rabu (11/9).

Hal senada disampaikan Komandan Regu Dishub. "Adanya ganjil-genap mengurangi adanya kemacetan. Sudah terasa banget. Namun, menambah padat ke arah Grogol (jalan reguler)," cetusnya.

Selain perluasan sistem ganjil-genap, kelancaran lalu lintas di wilayah Tomang juga terbantu dengan adanya sistem contra flow yang berlaku dari pukul 06.00-09.00 WIB. Contra flow di Jl Tomang Raya sudah diterapkan sejak 2013.

Pemberlakuan sistem ganjil-genap di Jl Tomang Raya secara resmi sudah diterapkan sejak Senin (9/9) bersama 24 ruas jalan lain. Perluasan sistem ganjil-genap oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta guna menekan kepadatan lalu lintas di jalan raya dan meningkatkan kualitas udara.

Meski sosialisasi telah berlangsung selama sebulan, pelanggar tetap saja ada. Pantauan Media Indonesia pada pukul 08.00 WIB di Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Pusat, kemarin, telah ditilang tiga pelanggar pengendara roda empat karena menggunakan pelat genap pada tanggal ganjil.

Dando, salah seorang pengendara yang masuk Jalan Hayam Wuruk dari arah Roxy, mengaku masih tidak mengetahui penerapan kebijakan tersebut. Pelanggar lain bernama Sandi menyebut perluasan sistem ganjil- genap di Jalan Hayam Wuruk menjebak.

Seperti halnya Dando, ia mengaku masuk dari arah Roxy dan tidak melihat adanya rambu perihal ganjil- genap. "Dari (arah) Roxy. Iya jadi ke kiri (Jalan Gajah Mada) kena, ke kanan (Jalan Hayam Wuruk) juga kena. Jebakan!" ketusnya.

Pengamatan ke lapangan, memang tidak ditemukan rambu pemberitahuan masuk kawasan ganjil-genap dari arah Roxy (Jalan KH Hasyim Ashari). Atas alasan tersebut, salah satu petugas polisi menyarankan kepada para pelanggar untuk mengikuti kebijakan. "Sesuaikan saja dengan tanggal. Kalau tanggalnya ganjil bawa kendaraan ganjil."

Secara terpisah, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo menyatakan sosialisasi perluasan pembatasan lalu lintas kendaraan pelat nomor ganjil-genap sudah masif. Sejak diumumkan pada 7 Agustus 2019, rencana perluasan ganjil-genap disosialisasikan masif di berbagai titik. (*/Put/J-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More