Kamis 12 September 2019, 05:40 WIB

9 Pembakar Lahan Ditangkap

(DW/SL/RK/DY/RF/YH/N-2 | Humaniora
9 Pembakar Lahan Ditangkap

Dwi Apriani
Ilustrasi Upaya pemadaman tim satgas darat dan satgas udara di Desa Muara Medak, Bayung Lencir, Musi Banyuasin, Rabu (14/8).

 

SELAIN berupaya menaklukkan api, Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan di sejumlah daerah juga memburu pelaku pembakaran. Hasilnya, di Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatra Selatan, Polres meringkus sembilan pelaku terduga pembakaran.

"Mereka ditangkap di lokasi kebakaran. Mereka warga yang secara terang-terangan membakar lahan untuk membuka lahan perkebunan," ungkap Kapolres Ogan Komering Ilir, Ajun Komisaris Besar Donny Eka Saputra, kemarin.

Kesembilan pelaku ditangkap di enam lokasi berbeda. Selain membuka lahan untuk pertanian, sebagian pelaku juga hendak membangun rumah di atas lahan yang dibakar.

Masih di Sumatra Selatan, Gubernur Herman Deru mencak-mencak karena salah satu kawasan yang terbakar merupakan kebun milik PTPN VII Citra Manis. "Sampai September sudah 115 hektare (ha) yang terbakar. Saya curiga."

Saat dikonfirmasi, Sekretaris Perusahaan PTPN VII Okta Kurniawan mengaku belum tahu penyebab kebakaran lahan di area kebun perusahaan itu. "Kami selalu bergerak cepat jika ada kebakaran. Kami masih menginvestigasi untuk mencari penyebabnya."

Gubernur Jambi H Fachrori juga geram dengan adanya kejadian kebakaran di lahan perusahaan kelapa sawit dan hutan tanaman industri. "Saya akan segera panggil mereka. Saya akan merekomendasikan pencabutan izin perusahaan karena masih ada kebakaran di lahan mereka."

Kebakaran lahan konsesi korporasi di Jambi mencapai luasan lebih dari 8.000 ha. Di antaranya 18 konsersi kebun sakit dan 10 perusahaan HTI.

Di tengah kerja keras tim gabungan memadamkan api dari darat dan udara, Gubernur Riau Syamsuar memilih pergi ke Thailand. Dia menjadi anggota delegasi dalam pertemuan tingkat menteri yang berlangsung pada 10-13 September. Dalam undangan, sebenarnya yang diminta ikut ialah pejabat setingkat sekda, kepala biro, dan rektor. (DW/SL/RK/DY/RF/YH/N-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More