Kamis 12 September 2019, 08:00 WIB

Balkonjazz Festival Pantik Ekonomi Lokal

Retno Hemawati | Weekend
Balkonjazz Festival Pantik Ekonomi Lokal

Dok Bakkar Wibowo
Balkondes

BANYAK wisatawan nusantara maupun mancanegara sejak lama memilih daerah Magelang sebagai tempat untuk melancong dan mengisi waktu luangnya dengan berwisata. Sebut saja Candi Borobudur, Bukit Rhema (Gereja Ayam), Goa Maria Sendangsono, Punthuk Setumbu dan masih banyak lainnya.

Namun, untuk bisa menikmati seluruh destinasi yang ada di daerah ini, nampaknya tak akan bisa dihabiskan hanya dengan waktu satu hari saja. Seperti yang telah diketahui, jika suatu daerah atau wilayah mendapatkan banyak kunjungan wisatawan, maka yang akan terjadi adalah perputaran ekonomi yang lebih besar akan terjadi di tempat tersebut. Kementerian BUMN menangkap potensi yang sangat besar itu di wilayah Kecamatan Borobudur. Potensi tersebut akhirnya memprakarsai tercetusnya sebuah program bernama Balai Ekonomi Desa (Balkondes).

Balkondes sendiri merupakan program dari Kementerian BUMN sebagai pematik perekonomian lokal desa berbasis pariwisata (Community Based Tourism). Balkondes telah menjadi solusi tepat bagi para wisatawan untuk bisa menambah waktu lama tinggalnya di seputaran destinasi wisatawa di Borobudur. Hal ini juga tentunya memberi dampak positif yang bisa dirasakan secara langsung oleh masyarakat.

Direktur PT Manajeman CBT Nusantara, Jatmika Budi Santoso selaku pihak pengelola Balkondes menuturkan, sampai saat ini setidaknya telah ada sebanyak 20 Balkondes yang tersebar di beberapa titik di Kecamatan Borobudur. Dan dari masing-masingnya, setiap Balkondes memiliki potensi lokal menarik yang bisa dirasakan langsung oleh wisatawan yang berpelesir ke berbagai destinasi wisata yang ada di Borobudur.

Contohnya saja seperti Balkondes Tuksongo, di mana para wisatawan yang memilih tinggal sementara di sini bisa langsung merasakan bagaimana kecanggihan teknologi digital saat ini, yang dipadukan dengan nuansa pedesaan khas Indonesia. Para wisatawan akan dimanjakan dengan beragam suguhan menarik wisata budaya, kesenian, pendidikan, agrowisata dan masih banyak lainnya.

“Setiap Balkondes sebetulnya memiliki potensinya masing-masing, dan hal ini tentunya dikelola secara langsung oleh warga sekitar. Kita ambil contoh lain. Misalnya seperti Balkondes Bigara, di mana wisatawan bisa melihat potensi Cokelat yang ada di sana. Atau mungkin Balkondes Tanjungsari, di mana di sana terdapat potensi Madu, Tahu dan Kerajinan Batu yang bisa ditemui langsung oleh wisatawan,” tutur Jatmika.

Seiring berjalannya waktu, Balkondes mampu meningkatkan perekonomian warga sekitar. Walau masih harus lebih ditingkatkan, setidaknya dengan adanya Balkondes upaya yang dilakukan oleh masyarakat selama ini untuk peningkatan perekonomiannya jadi lebih maksimal. Dampak nyata yang bisa dilihat di antaranya seperti desa yang saat ini memiliki usaha melalui Badan Usaha Milik Desa (Bumdes), kebanggaan masyarakat akan desanya yang semakin meningkat, dan juga bertumbuhnya peluang usaha di tengah masyarakat.

“Dengan kondisi yang tidak sama antar desa, seperti SDM, semangat juang dan lainnya, ada salah satu desa yang menjadi tempat didirikannya salah satu Balkondes mampu menyetor pendapat asli desa sebesar Rp 80.000.000. Selain itu, salah satu fungsi Balkondes sendiri adalah etalase produk desa, yang menjalankan fungsi marketing. Dengan adanya Balkondes tentunya sangat membatu meningkatkan perekonomian warga sekitar,” papar Asisten Pendampingan Balkondes, Hatta. (M-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More