Rabu 11 September 2019, 22:20 WIB

Johnson Upayakan Kesepakatan Brexit

Johnson Upayakan Kesepakatan Brexit

AFP
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson

 

PERDANA Menteri (PM) Inggris Boris Johnson berkeras, Selasa (10/9) waktu setempat, untuk bekerja sekuat tenaga mencapai kesepakatan perceraian dengan Uni Eropa atau Brexit.

Johnson menegaskan hal itu setelah ia menangguhkan parlemen, menyusul serangkaian bentrokan dengan anggota parlemen mengenai rencana Brexit garis kerasnya.

Sehari setelah bertemu dengan PM Irlandia Leo Varadkar di Dublin, Johnson mengadakan pembicaraan dengan sekutunya dari Irlandia Utara di London. Irlandia Utara menjadi pemain kunci dalam upaya untuk mengamankan kesepakatan sebelum Inggris keluar dari Uni Eropa pada 31 Oktober.

"Kami bekerja sangat keras untuk memperoleh kesepakatan. Saya pikir kami akan mendapatkan kesepakatan, tetapi jika benar-benar diperlukan kami akan keluar tanpa kesepakatan," kata Johnson.

Pemimpin Partai Konservatif tersebut menghadapi tentangan keras di House of Commons atau Majelis Rendah atas ancamannya untuk meninggalkan Uni Eropa tanpa kesepakatan.

Sebelum Johnson menangguhkan parlemen, Selasa (10/9) pagi, anggota parlemen meloloskan UU yang mewajibkan Johnson menunda Brexit tiga bulan jika dia gagal mendapatkan kesepakatan di pertemuan puncak Uni Eropa pada 17-18 Oktober.

Johnson sebelumnya mengatakan lebih baik mati di selokan daripada menunda Brexit. Sebaliknya, anggota parlemen menolak seruan Johnson yang menginginkan pemilihan sela.

Johnson menjabat pada Juli dan berjanji untuk menegosiasikan persyaratan Brexit yang diupayakan pendahulunya, Theresa May, yang ditolak tiga kali oleh anggota parlemen.

Uni Eropa menuduh London gagal untuk menyajikan alternatif yang layak untuk elemen yang paling kontroversial, rencana backstop untuk membiarkan perbatasan Inggris tetap terbuka dengan Irlandia. (AFP/Hym/I-1)

Baca Juga

AFP/Fayez Nureldine

Boikot Saudi terhadap Turki semakin Meluas

👤Wisnu AS 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 17:32 WIB
Sekarang, eksportir tekstil dan barang-barang Turki mengeluhkan penundaan yang berlebihan pada bea cukai...
AFP/Atta Kenare

Iran Bantah Pengaruhi Pilpres Amerika Serikat

👤Wisnu AS 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 17:12 WIB
Kedutaan Besar Swiss di Teheran telah menangani kepentingan AS di Iran sejak hubungan Iran dan AS terputus setelah revolusi Islam...
AFP/Phill Magakoe

Komisi Uni Afrika Kutuk Kekerasan di Nigeria

👤Nur Aivanni 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 16:52 WIB
Dalam dua pekan terakhir, warga Nigeria berunjuk rasa dengan tuntutan pembubaran SARS. Namun, muncul sejumlah korban jiwa akibat tindakan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya