Rabu 11 September 2019, 20:30 WIB

Kenang Kebersamaan di Golkar, Mendag: Habibie Sosok Egaliter

Faustinus Nua | Politik dan Hukum
Kenang Kebersamaan di Golkar, Mendag: Habibie Sosok Egaliter

MI/Usman Iskandar
Presiden RI Ke-3 BJ Habibie saat berkunjung ke kantor Media Group pada 2015

 

MENTERI Perdagangan Enggartiasto Lukita turut berduka cita atas meninggalnya Presiden RI ke-3 Baharuddin Jusuf Habibie di RSPAD Gatot Soebroto, Rabu (119), pukul 18.95 WIB.

Enggar mengenang kebersamaannya bersama BJ Habibie saat masih bersama-sama menjadi kader Partai Golkar. Kala itu, Habibie yang masih menjabat sebagai Presiden RI menjadi anggota dewan pembina Partai Golkar dan Enggar sebagai pengurus DPP Partai Golkar.

"Pada waktu beliau Presiden sebagai dewan pembina Golkar dan saya pengurus DPP Golkar, kami sering melakukan rapat", kenang Enggar ketika ditanya di sela-sela rapat bersama komisi VI DPR RI, Jakarta (11/9).

Enggar mengisahkan, Habibie merupakan pribadi yang ramah. Dalam kepengurusan Partai Golkar beliau selalu memperlakukan semuanya sama.

Baca juga : BJ Habibie Wafat, Pemerintah Tetapkan Hari Berkabung Nasional

"Pada waktu itu kita jauh, saya sebagai wakil bendahara umum, beliau dewan pembina dan bang Akbar ketua umum. Tetapi kepada kami semua salaman, saya pikir cipika cipiki hanya ketua umum saja tapi semua kita. Beliau memperlakukan kami semua sama,", kisahnya.

Dia menambahkan, BJ. Habibie adalah sosok yang mampu berpikir jauh ke depan di luar zamannya. Beliau berpikir soal membuat pesawat yang bisa dirasakan generasi masa kini dan menurutnya pada masa pemrintahannya Indonesia seharusnya sudah bisa memproduksi pesawat sendiri.

"Hanya persoalan pada waktu itu kita tidak bisa melanjutkan karena krisis dan lainnya, tapi visinya itu ke depan", tuturnya.

Selain itu dia menegaskan, demokrasi yang dirasakan saat ini tercipta di masa pemerintahana BJ.Habibie.

"Saat ini Indonesia kehilangan sosok putra bangsa itu, pemimpin bangsa," pungkasnya. (OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More