Rabu 11 September 2019, 17:51 WIB

Keberadaan Tol Cipali Hidupkan UMKM di Wilayah Subang

mediaindonesia.com | Nusantara
Keberadaan Tol Cipali Hidupkan UMKM di Wilayah Subang

Antara/Dhedez
Keberadaan tol Cipali turut tumbuhkan usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Subang, Jawa Barat.

 

DALAM beberapa tahun terakhir, pembangunan infrastruktur di Indonesia begitu masif. Dalam Indonesia-Africa Infrastructure Dialogue (IAID) 2019 di Nusa Dua Convention Center, Bali, yang berlangsung pada 20 Agustus lalu, Presiden Jokowi sempat memamerkan pembangunan infrastruktur Indonesia dalam lima tahun terakhir. 

"Selama lima tahun ini, Indonesia telah fokus dan memberi perhatian besar dalam bidang pembangunan infrastruktur. Sepanjang 782 km jalan tol dibangun dalam lima tahun ini. Sepanjang 3.387 km jalan umum nasional telah dibangun, belum lagi jalan provinsi dan kabupaten. Serta, jalan desa yang dibangun lebih dari 191 ribu km," demikian disampaikan Presiden. 

Data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dalam empat tahun sejak 2015 hingga 20 Desember 2018, sepanjang 616 km dari 1.150 km jalan tol Trans Jawa yang menghubungkan Merak–Banyuwangi telah selesai. Ruas Pasuruan-Banyuwangi sepanjang 217 km ditargetkan beroperasi pada tahun 2021. Sementara itu, untuk tol Trans Sumatra tercatat 87,45 km.

Gencarnya pembangunan jalan tol diberbagai daerah tak lain demi meningkatkan pertumbuhan ekonomi diberbagai wilayah. Distribusi barang dan jasa antarkota bahkan antarprovinsi menjadi lebih efektif dan efisien sekaligus menekan biaya. Dampaknya adalah harga barang dan jasa semakin terjangkau. 

Terbukanya akses berbagai wilayah akibat jalan bebas hambatan ini terlihat dari perubahan yang terjadi pada wilayah-wilayah yang dilalui. Tol Trans Jawa misalnya, perubahan jelas terlihat pada wilayah-wilayah yang dilalui ruas jalan tol Cikopo–Palimanan (Cipali), yang menjadi bagian dari tol Trans Jawa dan salah satunya adalah Subang.

Akses yang sulit ke Subang sempat membuat pertumbuhan usaha mikro kecil menengah (UMKM) masyarakat di Subang jalan di tempat. Namun, keberadaan Tol Cipali sejak 2015 seakan menjadi angin segar bagi mereka. Kunjungan wisata ke daerah ini semakin ramai karena terbukanya akses yang lebih mudah untuk orang dari daerah lain bisa berkunjung ke sana. 

Seperti disampaikan Ibu Juju, salah satu pemilik UMKM di Kabupaten Subang. Dia bercerita betapa sulitnya untuk memasarkan barang dagangan sebelum adanya Tol Cipali.

"Sebelum ada Tol Cipali,  UMKM di Subang jalan di tempat,  pemasarannya susah. Orang-orang dari luar susah datang ke sini," tutur Ibu yang kini memiliki kedai makanan Dapoer Kuring dan Juvefood di Rest Area 86 A. 

Kalau sebelumnya penjualan paling besar itu hanya sekitar 40%, kini dengan hadirnya Tol Cipali, menurut Juju, omsetnya sudah berlipat-lipat.

"Dulu yang beli cuma orang sekitar yang datang ke rumah saja. Tapi sekarang sudah dari mana-mana karena bisa dipasarkan di Rest Area yang ada di Tol Cipali, " ucap ibu yang memproduksi keripik pare ini dengan penuh semangat. 

Bahkan masyarakat di sekitar Juju tinggal juga ikut menikmati hasil dari kedai Ibu dua anak yang semua sudah Sarjana dan berkeluarga itu. Kenapa? Mereka ternyata bisa memproduksi makanan camilan lainnya yang nantinya akan dipasarkan melalui kedai Ibu Juju. 

Berkah dari tol Cipali ini membuat Ibu Juju merasa sangat bersyukur. Sebelum adanya tol Cipali, ia kerap berurusan dengan pinjaman untuk memenuhi kebutuhan keluarga termasuk pendidikan anak. Saat itu, pemasaran usaha keripiknya masih minim dan kerap hanya balik modal. 

"Dulu kita mau tidak mau harus berhubungan dengan bank. Kita produksi, mau sekolah dan kuliahi anak, pinjam ke bank. Dibayar dari hasil jualan yang tidak seberapa. Pokoknya hidup kami nyesek banget, " tutur Juju mengingat kehidupannya terdahulu.  

Tidak hanya dia yang mengalami hal seperti itu. Di daerah tempatnya tinggal juga banyak pengangguran. Masyarakat cuma mengandalkan para suami yang mayoritas pekerjaannya hanya buruh.

"Tapi alhamdulilah, sekarang dengan keberadaan Tol Cipali, kehidupan masyarakat jadi berubah. Rata-rata sekarang jadi ikut usaha  UMKM, dan semuanya pada maju. Banyak perubahan ekonomi sekarang di masyarakat sini, " kata Juju. Saat ini tercatat bahkan sudah ada sebanyak 29 ribu pengusaha UMKM di Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Berkah hidup yang dialami Ibu Juju dengan hadirnya tol Cipali ini pun tidak sampai di situ. Dia dan rekan-rekannya kini bahkan bisa membuka dan memberi lapangan kerja bagi warga Subang lainnya.  

"Di Rest Area sekarang ada 14 karyawan yang semuanya saya rekrut dari masyarakat sekitar, yaitu dari. Di rumah ada enam. Padahal sebelumnya cuma saya dan suami saja. Dari tahun 2007, saya kelola produksi di rumah dan yang kerja kerja saya dan suami saja, " ucapnya. 

Berkah lainnya dari tol Cipali ini adalah membangkitkan ekonomi para petani sayur masyarakat Subang. Menurut Juju yang juga merupakan petani sayuran, kehadiran Tol Cipali ini sangat menolong. 

"Kami jadi mudah menjualnya ke Pasar Induk Cibitung. Kalau dulu, hasil-hasil pertanian kami seperti timun, brokoli, kacang panjang, buncis, dan lain-lain hanya dipasarkan di pasar sekitar. Sekarang tiap hari dua engkel," tutur Juju.

"Apalagi sampai Jakarta barang masih fresh karena cepat sampainya. Sebelum ada jalan tol, macet, barang jadi layu. Harganya kalau fresh dan layu kan beda," ucap Juju. (OL-09)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More